BORNEONEWS, Sampit - MS (25) sempat bertugas menjadi satpam di PT AKPL, Desa Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotim sebelum akhirnya diamankan dalam kasus penggelapan uang koperasi Karyawan Sungai Sambon.
Warga asal Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, melakukan penggelapan uang koperasi itu sejak April 2015 lalu sebanyak tiga kali yang mengakibatkan koperasi mengalami kerugian sekitar Rp98 juta.
"Saya di koperasi itu menjabat sebagai sekretaris," kata tersangka, saat pelimpahan berkas tahap II, di Kejari Kotim (19/9/2017) dari Polsek Mentaya Hulu.
Setelah menggasak uang koperasi, tersangka langsung kabur ke kampung halamannya di Wonosobo. Kemudian pada 2017 ia kembali hingga akhirnya bekerja sebagai satpam perusahaan dan diciduk.
Menurut tersangka, ia melakukan aksinya tidak sendiri, namun bersama rekannya sesama anggota koperasi yang lain yakni Sa, Jul, dan Mim. Akan tetapi ketiganya berhasil kabur, lantaran setelah menggelapkan uang itu tidak lagi kembali.
"Kalau saya dapat bagian Rp24 juta, uangnya sudah habis saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan bayar utang," tegas tersangka.
Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 374 KUHP dan Pasal 372 KUHP, dalam waktu dekat tersangka akan disidangkan di Pengadilan Negeri Kotim, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. (NACO/B-2)
Penggelap Uang Koperasi ini Sempat Jadi Satpam Sebelum Ditangkap
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Uang Tagihan Puluhan Juta Digunakan Sales Ini untuk Kepentingan Pribadi
Tangkap Pelaku Penggelapan Uang, Polres Pulang Pisau Amankan 62 Slop Rokok
Puluhan Nasabah Tuntut Credit Union Eka Pambelum Itah Kembalikan Uang
Pria Ini Ditangkap Satpam saat Memanen Sawit
Kurir Sabu Sempat Buang Barang Bukti Sebelum Ditangkap Polisi
Sebelum Ditangkap, Penabrak Lari Mahasiswa Sempat Kabur ke Tewah dan Martapura
Komentar (0)
Memuat komentar…

