BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 60 apotek dan 31 toko obat di Kalimantan Tengah dirazia tim gabungan, Selasa (19/9/2017). Razia tersebut lebih mengutamankan untuk mendeteksi peredaran obat Paracetamol Carisoprodol Caffeine (PCC).
"Itu merupakan operasi pencegahan PCC. Kita lakukan dalam sehari bersamaan dengan jajaran," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol Agustinus kepada wartawan, Senin (25/9/2017).
Total anggota yang dilibatkan berjumlah ratusan. Di antaranya Polri 135, BPOM tujuh personel, BNNK empat personel, Dinkes 23 personel, Disperindag dua personel, kecamatan dan kelurahan masing-masing satu personel dan Satpol PP 13 personel.
Dari hasil giat tersebut, tidak ditemukan adanya obat PCC. Namun demikian, ada belasan ribu obat tidak layak dikonsumsi ditemukan. Petugas lalu mengamankan obat-obat berbagai jenis itu ke Polda Kalteng. (BUDI YULIANTO/B-2)
60 Apotek dan 31 Toko Obat Diobok-Obok Tim Gabungan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dirresnarkoba Pastikan Kalteng Aman dari Obat PCC
Tim Gabungan Temukan Belasan Ribu Obat Kedaluwarsa dan Tanpa Izin Edar
Aparat Gabungan Razia Peredaran Obat PCC di Katingan
Polres Bersama Dinas Kesehatan Barito Utara Razia Apotek Dan Toko Obat
Satreskoba Kotim Razia Apotek Cegah Peredaran Pil PCC
Politisi Nasdem Dukung Semua Apotek di Kotim Dirazia
Komentar (0)
Memuat komentar…

