BORNEONEWS, Sampit - Lantaran mau jadi istri kedua membuat IT alias Id jarang dikirim uang oleh suaminya hingga ia mengaku nekat menjual narkotika jenis sabu.
"Karena kebutuhan saya sampai seperti ini, karena jadi tulang punggung keluarga, suami jarang kirim uang, karena saya ini istri kedua," kata perempuan tersebut kepada JPU Kejari Kotim, Rie Kesumawari saat tahap II, Selasa (26/9/2017).
Penangkapan terhadap Id bermula saat ia diamankan di Jalan Bumi Raya I, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, pada Jumat (28/7/2017) sekitar pukul 19.30 wib, ketika itu ia tengah mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Satria F Nopol KH 9374 FH saat digeledah ditemukan satu paket sabu.
Tidak sampai di situ petugas kemudian mellanjutkan penggeledahan di kediamannya Jalan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat ditemukan 3 paket sabu serta uang hasil penjualan sebesar Rp600 ribu
Selain itu di kamar tersangka turut diamankan timbangan digital, isolasi, kantong kain, potongan plastik, satu pak plastik dan satu unit handphone. Pengakuan tersangka ia dapat sabu dari AR seharga Rp900 ribu.
"Saya sempat setahun kumpul dengan suami, setelah itu saya ngalah dia balik dengan istrinya. Kemudian kami balik lagi, tapi dia jarang pulang sekarang saya tidak tahu dia ada di mana," tukasnya.
Atas perbuatannya itu ibu satu anak itu dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) dan atau Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (NACO/B-5)
Gara-gara Jadi Istri Kedua, Jarang Dikirim Uang, Alasan Perempuan Ini Nekat Jual Sabu
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Perempuan Ini Rela Beri Keterangan Palsu Demi Selamatkan Kekasihnya
Mau Jual Narkoba Pesanan, Kurir dan Pemilik Sabu Diciduk
Dua Pengedar Sabu yang Diringkus Ternyata Suami Istri
Peran Istri Menimbang, Suami Edarkan Sabu
Bisnis Sabu Ternyata Jadi Pekerjaan Utama Pasangan Suami Istri Ini
Pasangan Suami Istri Ini Ngaku Beli Sabu Dari Narapidana
Komentar (0)
Memuat komentar…

