BORNEONEWS, Puruk Cahu - Jalan penghubung antara Desa Juking Panjang menuju ibu kota Kabupaten Murung Raya, Puruk Cahu, terendam banjir dalam tiga hari ini. Akibatnya, aktivitas anak sekolah pun turut terganggu.
Mereka terpaksa menggunakan kelotok atau perahu karet untuk menuju ke sekolah. Beruntung, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyediakan satu unit perahu karet untuk angkutan siswa ke sekolah.
Meski harus mengantre, para siswa merasa terbantu dengan keberadaan perahu karet milik BPBD. Sebab, sebelum ada perahu bantuan, mereka harus mengeluarkan ongkos Rp20 ribu untuk melewati banjir yang merendam jalan sepanjang 150 meter itu.
Sandi (16), salah seorang siswa Madrasah Aliyah Puruk Cahu mengatakan, lantaran harus mengantre perahu, banyak siswa yang terlambat. "Tapi alhamdulillah pihak sekolah pengertian," ujar Sandi, Selasa (28/11/2017).
Sebenarnya, lanjut Sandi, ada beberapa kelotok milik warga yang bisa digunakan untuk transportasi. Tapi, harus membayar Rp10 ribu untuk sekali perjalanan. "Kalau untuk pulang pergi jadinya Rp20 ribu. Untung sekarang ada perahu karet bantuan BPBD," terang Sandi.
Curah hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Murung Raya dalam sepekan terakhir menyebabkan banjir di sejumlah daerah. (RISKI RIVALDO/B-2)
Siswa dari Desa Juking Panjang Terpaksa Gunakan Perahu Karet untuk ke Sekolah
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ini Total Rumah dan Desa yang Terendam Banjir di Kotawaringin Timur
8 Desa di Tasik PayawanTerdampak Banjir Luapan Sungai Katingan
Sudah 559 Rumah Terendam Banjir di 19 Desa Kotawaringin Timur
Banjir masih Melanda Tiga Desa di Kotim
Banjir di Kotim Rendam 1.319 Rumah di 24 Desa
Banjir masih Genangi Sejumlah Desa di Bukit Santuai
Komentar (0)
Memuat komentar…

