DPRD Kotim Ajak Warga Dukung Sensus Ekonomi, Sebut Data Penting untuk Kesejahteraan Masyarakat
Ketua DPRD Kotim Rimbun mengajak masyarakat mendukung Sensus Ekonomi dan menerima petugas BPS karena data penting untuk kebijakan pembangunan.
Ketua DPRD Kotim Rimbun mengajak masyarakat mendukung Sensus Ekonomi dan menerima petugas BPS karena data penting untuk kebijakan pembangunan.
"Memang saat ini kita sudah mulai memasuki musim kemarau dan suhu panas sudah mulai terasa berbeda. Sesuai perkiraan BMKG, kemarau tahun ini diperkirakan cukup panjang dan bahkan lebih panas dibandingkan sekitar 15 tahun terakhir. Karena itu pemerintah daerah bersama OPD terkait telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi,"
Berdasarkan data Bapenda, realisasi pajak reklame hingga saat ini mencapai Rp517.798.080 atau 46,23 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp1.120.000.000.
Berdasarkan penjelasan dari PLN, sebagian besar gangguan yang terjadi bersifat nonteknis. Di antaranya disebabkan pohon tumbang atau dahan yang mengenai jaringan listrik, hingga gangguan dari satwa liar.
Dinkes Kotim memastikan ketersediaan masker untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, stok obat-obatan juga telah disiapkan, disertai instruksi kepada seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.
Sejak sehari sebelumnya pihaknya telah berkoordinasi dengan Posko Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah untuk meminta dukungan satu unit helikopter water bombing.
Penyediaan akses air bersih menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Meski pembangunan dilakukan secara bertahap, Pemkab Kotim berkomitmen terus melanjutkan pengembangan jaringan hingga menjangkau seluruh wilayah yang belum terlayani.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kotim terkait persetujuan bersama terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kotim Juliansyah.
Penyampaian laporan hasil rapat gabungan DPRD Kotim mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kotim Juliansyah.penyampaian laporan hasil rapat gabungan DPRD Kotim mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kotim Juliansyah.
Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, asap membumbung tinggi dan terlihat jelas dari udara. Kebakaran yang terjadi di lahan tersebut memicu respons cepat petugas untuk mencegah api merambat ke kawasan perumahan.
Meski belum ada laporan kekurangan air bersih, pemerintah daerah tetap mengantisipasi kemungkinan dampak musim kemarau, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Kondisi lahan gambut yang mendominasi wilayah Kotim membuat kebakaran sangat sulit dipadamkan apabila api sudah meluas. Karena itu, upaya pencegahan dan respons cepat menjadi langkah yang paling efektif.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca yang sangat panas membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat. Menurutnya, jika api sudah membesar maka proses pemadaman akan menjadi sangat sulit, terlebih karakteristik wilayah Kotim didominasi lahan gambut.
Enam pembalap cilik MiniGP Mentaya asal Kotim meraih prestasi di Banjarbaru Open Race 2026 dan mendapat apresiasi dari IMI Kotim.
DPRD Kotim mendorong HNR Cup menjadi agenda tahunan untuk memperkuat pembinaan sepak bola, melahirkan atlet muda, dan meningkatkan prestasi olahraga daerah.
DPRD Kotim menilai HNR Cup II 2026 mampu membangkitkan gairah sepak bola, mendukung pembinaan atlet muda, dan menggerakkan ekonomi UMKM di Sampit.
Pencinta sepak bola Kotim mendukung wacana pengelolaan Stadion 29 Nopember Sampit oleh pihak ketiga agar lapangan lebih terawat dan layak untuk kompetisi.
Pemkab Kotim berharap sinergi dengan Brimob Batalyon B Pelopor terus diperkuat untuk menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.
DPRD Kalteng meminta BPJN mengevaluasi jembatan dan box culvert di jalur Trans Kalimantan setelah box culvert KM 11 Kasongan-Kereng Pangi ambruk.
Bupati Kotim Halikinnor mendorong HNR Cup menjadi agenda tahunan sepak bola di Kalimantan Tengah karena berdampak pada pembinaan atlet dan ekonomi masyarakat.