Fraksi PAN Soroti Lonjakan PAD 41,73 Persen dan Belanja Modal 68,75 Persen
Arif meminta Pemko Palangka Raya menjelaskan secara terbuka sumber kenaikan PAD sekitar Rp150 miliar tersebut
Koresponden
Arif meminta Pemko Palangka Raya menjelaskan secara terbuka sumber kenaikan PAD sekitar Rp150 miliar tersebut
Juru Bicara Fraksi PKB, Yudhi Karlianto Manan, menyampaikan realisasi pendapatan daerah hingga 31 Agustus 2026 baru sekitar Rp672,7 miliar atau 56,19 persen dari target lebih dari Rp1,19 triliun.
Informasi tersebut disampaikan Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Tengah, Junaidi, S.Ag., M.AP. Melalui pesan duka, Junaidi menyampaikan bahwa Nadalsyah merupakan sosok yang dekat dan memiliki arti penting bagi keluarga serta orang-orang di sekitarnya.
Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Palangka Raya yang telah menyampaikan Nota Keuangan RAPBD Tahun Anggaran 2027
Juru bicara Fraksi Partai Demokrat, Hatir Sata Tarigan, mengatakan pihaknya mengapresiasi Pemerintah Kota Palangka Raya yang telah menyampaikan Nota Keuangan RAPBD 2027 kepada DPRD sesuai tahapan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Palangka Raya, Jalan Ir. Soekarno, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya.
Target PAD Palangka Raya 2027 dipatok Rp509 miliar, naik sekitar Rp150 miliar dibandingkan 2026. DPRD akan mencermati dasar perhitungan kenaikan tersebut.
PWI Kalteng menggandeng Densus 88 membahas radikalisme dan kekerasan agar wartawan lebih cermat, akurat dan bertanggung jawab dalam pemberitaan.
Fairid menjelaskan, persoalan honor relawan yang disebut sebesar Rp100 ribu per hari berkaitan dengan proses penganggaran. Menurutnya, pemerintah kota saat ini masih menunggu proses evaluasi terhadap APBD Perubahan 2026.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya untuk mendukung kebutuhan personel dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla, khususnya di wilayah Kelurahan Petuk Katimpun.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan peningkatan pendapatan daerah tersebut ditopang oleh sejumlah komponen pendapatan, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer.
Dalam kapasitasnya sebagai juru bicara DPRD, Khemal menyampaikan sejumlah agenda yang akan menjadi bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan DPRD sepanjang 2027.
Hingga 31 Agustus 2026, realisasi pendapatan APBD Palangka Raya mencapai 56,19 persen, sementara belanja daerah baru terealisasi 46,46 persen.
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting. Forum ini menjadi bagian dari upaya KPU Pulang Pisau memperluas pendidikan kepemiluan, khususnya terkait pembiayaan aktivitas politik yang berkaitan erat dengan transparansi dan akuntabilitas.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Palangka Raya, Andri Permana, mengatakan anggaran tersebut terbagi dalam dua alokasi. Sebesar Rp2 miliar disiapkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), sedangkan Rp2,8 miliar lainnya langsung dialokasikan untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya.
Bank Indonesia menyalurkan bantuan penanganan Karhutla di Kalteng berupa sarana pemadaman, layanan kesehatan, perangkat medis dan dukungan pangan.
RAPBD Palangka Raya 2027 menargetkan pendapatan lebih dari Rp1,4 triliun dengan PAD Rp509,4 miliar atau naik 41,73 persen.
Pemko Palangka Raya menyampaikan Nota Keuangan RAPBD 2027 dalam rapat paripurna DPRD sekaligus membahas penetapan Rencana Kerja DPRD Tahun 2027.
Ia menilai generasi muda juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai sejarah bangsa secara baik dan proporsional