Meski Pilkada Telah Selesai, Fairid Nafarin Masih Harapkan Dukungan Masyarakat
Meski nantinya sudah menjabat sebagai wali kota, Fairid mengaku masih ingin melihat masyarakat mendukungnya.
Koresponden
Meski nantinya sudah menjabat sebagai wali kota, Fairid mengaku masih ingin melihat masyarakat mendukungnya.
Pilkada sudah selesai. Tuty Dau dan Rahmadi mengakui kekalahan. Mereka juga mengajak semua pihak merangkul pemimpin baru demi Palangka Raya yang lebih baik.
Calon wali kota Palangka Raya terpilih Fairid Nafarin mengakui selama pilkada persaudaraan antarpasangan calon sempat ada jarak karena memiliki pandangan dan cara berbeda untuk memimpin Palangka Raya.
"Semakin banyak (pendaftar) pastinya semakin baik. Karena kompetisinya ketat maka akan menyisakan calon terbaik," jelas Syar'i,
Paslon Wali Kota Palangka Raya nomor urut 1 siap untuk menggiring dan mengawal perjalanan Wali Kota yang baru nanti demi kemajuan Palangka Raya.
Tuty Dau mengaku akan sangat senang dan berterima kasih jika memang program kerja yang sudah mereka rancang berguna untuk perkembangan Kota Palangka Raya.
Pendaftaran seleksi calon anggota KPU Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas dan Barito Utara dibuka mulai hari ini tanggal 29 Juni dan berakhir hingga 12 Juli 2018.
Dalam kunjungan itu, Tuty Dau dan Rahmadi tidak ragu memanggil Fairid sebagai anak. Mereka juga menyebut Abdul Razak sebagai keluarga.
Selain pertambangan, masyarakat juga meminta pemerintah mengawasi aktivitas perkebunan yang tidak mengantongi izin resmi.
Hotel yang merupakan salah satu aset Pemprov Kalteng tersebut tidak beroperasi disebabkan alasan renovasi bangunan.
DPRD Kalteng menyayangkan penutupan hotel milik pemerintah daerah akibat adanya rehab
Hotel Dandang Tingang hendak direnovasi, sehingga sebagian karyawan juga tidak bisa bekerja
Secara umum gelaran Pilkada serentak 27 Juni 2018 berjalan sukses dan lancar
Pasangan calon yang ingin melaporkan kecurangan selama pilkada harus memiliki data akurat dan alat bukti pendukung agar tidak menjadi fitnah.
Saat dimintai keterangan mengenai aksinya mengacungkan jari yang menyimbolkan nomor urut salah satu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang akan bertarung, ASN itu mengaku terpaksa.
Mengenai sanksi terhadap ASN berpolitik praktis tersebut, bukan menjadi kewenangan Panwaslu Palangka Raya.
Berbeda dengan pilkada Kota Palangka Raya, Ketua Bawaslu Kalteng mengaku tidak menemukan adanya indikasi pelanggaran di TPS tingkat kabupaten.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sejauh ini belum menerima laporan pelanggaran pada tempat pemungutan suara (TPS) di kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak kemarin.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalikantan Tengah (Kalteng) menemukan dua Tempat Pengumutan Suara (TPS) di Palangka Raya yang bermasalah.
Peningkatan rumah dinas guru sangat penting agar semangat guru yang mengajar lebih tinggi sehingga kualitas belajar mengajar pun lebih baik.