Tinggalkan Soul GT Lalu Bawa Kabur Mio Soul, Pencurian Unik di Anjir Pasar Terhenti di Kapuas
Menyadari motornya hilang, pihak keluarga langsung menyebarkan informasi secara luas melalui jaringan warga dan media sosial
Koresponden
Menyadari motornya hilang, pihak keluarga langsung menyebarkan informasi secara luas melalui jaringan warga dan media sosial
Unit Reskrim Polsek Selat bersama Satreskrim Polres Kapuas berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku tindak pidana pencurian di wilayah Kelurahan Selat Tengah, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.
Aksi penangkapan seorang pria yang diduga pelaku pencurian kendaraan bermotor terjadi di Jalan Pati Rumbih, Kuala Kapuas, tepatnya di kawasan Stadion Panunjung Tarung, pada Selasa pagi, 3 Februari 2026, sekitar pukul 09.18 WIB.
Satreskrim Polres Kapuas telah mengamankan seorang pria yang diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan senjata tajam (sajam) saat patroli rutin di wilayah Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas. Penangkapan dilakukan pada Minggu malam, 1 Februari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial EM alias AN (52) dan WAS (47). EM diketahui merupakan warga Desa Bangun Harjo, Kecamatan Bataguh, sedangkan WAS beralamat di Jalan Kolam Tengah, Desa Sidomulyo, Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas.
Program JURU merupakan cerminan langsung dari visi sekolah dalam mencetak peserta didik yang cerdas, berakhlak, dan cinta Alquran
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas telah menggelar kegiatan Diklat Teknis Manajemen Perpustakaan Angkatan IV Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarmasin dan berlangsung di Auditorium STAI Kuala Kapuas, Senin, 2 Februari 2026.
Apel gabungan ini diikuti oleh seluruh pejabat dan staf Kecamatan Bataguh, serta dihadiri Lurah Pulau Kupang beserta jajarannya dan Kepala Puskesmas Pulau Kupang bersama seluruh staf. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan sinergi lintas sektor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan
BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di era pasar modern. Upaya tersebut ditandai dengan…
Bupati Kapuas, M. Wiyatno didampingi Sekretaris Daerah Kapuas Usis I Sangkai serta sejumlah kepala OPD terkait telah melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Mantangai. Kunjungan tersebut dilakukan dengan meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan, baik yang telah selesai direkonstruksi, yang masih dalam tahap pengerjaan, maupun yang belum direkonstruksi.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengatakan pohon tumbang terjadi di kawasan Palingkau arah SP 1. Kejadian tersebut dilaporkan langsung oleh masyarakat karena pohon menutupi badan jalan dan menghambat arus lalu lintas.
Beberapa warga menyebut gas hanya bertahan sekitar tiga hingga empat hari, padahal penggunaan tergolong normal. Bahkan ada yang mengaku harus mengganti tabung gas hingga dua kali dalam sepekan meski jarang memasak dan tidak menggunakan peralatan berdaya besar.
Peristiwa pembobolan itu terekam kamera CCTV yang terpasang di lokasi. Namun, pemilik warung baru menyadari kejadian tersebut pada pagi hari setelah mendapati gembok warung telah dijebol oleh pelaku.
Laporan hilangnya korban pertama kali diterima Basarnas Banjarmasin dari perwakilan BPBD Kabupaten Tanah Laut pada pukul 17.52 WITA. Berdasarkan informasi awal, korban diketahui berangkat melaut pada Sabtu, 31 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WITA.
Korban dilaporkan hilang saat mencari ikan di sungai tersebut. Laporan awal diterima Basarnas Banjarmasin dari Kepala Desa Simpang Warga, Abdul Hakim, setelah upaya pencarian mandiri oleh pihak keluarga tidak membuahkan hasil.
Warga yang geram atas dugaan pencurian itu sempat berusaha menghakimi pria tersebut. Suasana di lokasi sempat memanas sebelum sejumlah warga lain berupaya menenangkan massa dan mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.
Evakuasi dilakukan oleh petugas BPBD setempat bersama warga sekitar dengan cara memotong pohon menjadi beberapa bagian. Proses tersebut memakan waktu cukup lama karena ukuran pohon yang besar serta kondisi hujan deras yang masih mengguyur kawasan tersebut.
Setidaknya ada tiga toko dalam satu blok yang plafonnya dijebol, sehingga diduga pelaku masuk dari satu titik lalu berpindah ke toko lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pohon tumbang masih berada di lokasi dan belum berhasil dievakuasi sepenuhnya
Peristiwa tersebut diterima oleh pihak relawan sekitar pukul 13.28 WITA. Saat laporan awal masuk, kondisi api disebut sudah membesar dan membakar bagian bangunan pondok pesantren.