Wabup Berikan Bantuan untuk Korban Banjir di Desa Sikui
Bantuan dari Pemkab Barut itu berupa sembako dan beberapa peralatan keluarga. Bantuan diserahkan kepada Kepala Desa Sikui sebagai perwakilan masyarakat setempat/
Tag
Bantuan dari Pemkab Barut itu berupa sembako dan beberapa peralatan keluarga. Bantuan diserahkan kepada Kepala Desa Sikui sebagai perwakilan masyarakat setempat/
Hujan dengan curah yang tinggi dan lama pada Selasa (8/1/2019) malam hingga Rabu (9/1/2019) tadi melanda Kabupaten Barito Utara membuat beberapa kawasan tergenang banjir. Di antaranya terjadi di Desa Sikui Kecamatan Teweh Baru.
Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan mengirimkan bantuan obat-obatan ke korban bencana banjir Desa Tanggul Harapan Trans Unit 5.
Terkait banjir yang melanda Desa Tanggul Harapan Kecamatan Seruyan Hilir, anggota DPRD Seruyan Ahmad Syarifudin meminta pemerintah membuatkan saluran air atau drainase meminimaliasi bencana tersebut.
Terkait bencana banjir di Desa Tanggul Harapan, Trans Unit 5, BPDB sudah menerjunkan tim untuk relokasi dan evakuasi korban.
Kalangan legislator Kabupaten Seruyan mengapresiasi langkah cepat tanggap pemerintah daerah mengatasi wilayah yang terkena bencana.
Bupati Seruyan Yulhaidir dan Wakil Bupati Iswanti beserta rombongan memantau banjir di Transmigrasi Unit 5, Desa Tanggul Harapan, Kecamatan Seruyan Hilir, Rabu (2/1/2019).
"Kalau musim hujan kendaraan bermotor menuju Desa Talingke ataupun sebaliknya harus diseberangkan menggunakan jasa feri penyeberangan," kata Hardi, warga setempat.
Ruas jalan menuju Desa Talingke Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan masih terputus akibat diterjang banjir luapan Sungai Katingan sebulan lalu. Kondisi ini menyebabkan desa tersebut terisolasi.
Pasien dengan dua jenis penyakit tersebut mayoritas dialami anak-anak dan sebagian orang dewasa
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Petrus Rinda, mengingatkan masyarakat supaya mewaspadai banjir.
Curah hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari terakhir, membuat banjir yang melanda sejumlah titik di jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam), tidak kunjung surut.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Penyang D Masal menyatakan, saat ini pihaknya sedang siaga bencana banjir. Pasalnya saat ini sedang musim penghujan.
Salah satu penyebabnya karena selain dataran rendah ditambah lagi drainase yang banyak bermasalah. Setidaknya untuk mengatasi permasalah jangka pendek pemerintah melalui dinas terkait melakukan normalisasi.
Musibah banjir yang melanda kawasan Natai Nangka, Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), cukup mengkhawatirkan. Walaupun begitu, hingga saat ini tidak ada korban jiwa.
Sebanyak 46 rumah di kawasan Natai Nangka, Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, terendam banjir.
"Saat ini ada lebih dari 50 penarik kelotok atau dalam bahasa lokal disebut getek. Biasanya kami bergiliran menarik kelotok untuk membantu pengendara. Sehari uang sekitar Rp 200 ribu berhasil didapatkan dari pekerjaan ini," kata Arbain.
Tim melakukan penyedotan titik banjir dan mengalirkannya ke lokasi drainase yang lebih rendah posisinya.
Dandim 1014/Pangkalan Bun Letnan Kolonel Inf M Roni Sulaiman, meninjau bencana banjir yang melanda Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, tengah dilanda banjir. Bahkan, statusnya sudah ditetapkan siaga.