Polres Palangka Raya Dirikan Posko Banjir
Ada empat wilayah di Kota Palangka Raya yang dilanda banjir
Tag
Ada empat wilayah di Kota Palangka Raya yang dilanda banjir
Sejumlah pelajar SMP 6 Desa Tewang Kadamba Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan terpaksa gotong-royong membuat jembatan penghubung ke sekolahnya, Senin (30/4/2018). Ini agar mereka tetap bisa sekolah karena sejumlah kawasan di sana direndam banjir.
Sebanyak 19 rumah warga dua desa di wilayah Kecamatan Katingan Tengah, Tumbang Samba, dilaporkan terdampak banjir akibat luapan Sungai Katingan.
Meskipun belum ada laporan rumah tenggelam akibat luapan air Sungai Katingan, namun hingga Senin (30/4/2018) hari ini banjir terus meluas.
Genangan air masih belum surut dan belum ada bantuan dari pemerintah
Kalimantan Tengah (Kalteng) dikepung banjir. Sejumlah daerah aliran sungai (DAS) meluap karena tak bisa menampung debit air. Setidaknya ada 7 kabupaten/kota yang dilanda banjir.
Pengobatan ini diberikan supaya para korban banjir bisa melakukan pengecekan tubuhnya. Bagi yang sakit, pasien diberikan obat secara gratis setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan.
Kesehatan para korban banjir di Mendawai, Palangka Raya dikabarkan mulai terganggu/
Salah satu sekolah yang kebanjiran itu yakni SDN 14 di kawasan Mendawai. Kemudian SDN 1 Pahandut seberang. Selain itu juga menggenangi SDN 1 Petuk Katimpun.
Musibah banjir di Pasar Hungan dan Pasar Bahitom, Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya memaksa pedagang mengungsi ke pinggir jalan lantaran lapak pasar yang biasa digunakan tempat berjualan terendam air.
Setidaknya terdapat 5 kecamatan di Kabupaten Murung Raya (Mura) yang tinggal di kawasan dataran rendah menjadi korban banjir, hingga kemarin.
Getek jadi pilihan sebab genangan air di jalan ke arah Kabupaten Gunung Mas, Pulang Pisau, dan sejumlah daerah lain itu, cukup tinggi.
Saat ini debit air Sungai Katingan mulai dari bagian hulu hingga ke hilir sudah mulai meningkat.
Informasi yang dihimpun Borneonews.co.id, Minggu (29/4/2018), para pengendara motor sudah tidak berani lagi menerobos jalur yang dilanda banjir.
Camat Kahayan Tengah Leting, Minggu (29/4/2018), mengatakan, sejauh ini tercatat ada 13 rumah yang dihuni 45 jiwa, terendam air.
Ssaat ini ketinggian air mencapai 30 centimeter (cm) dari pinggir Sungai Bila.
Berdasarkan laporan Kepala Desa Tanjung Sanggalang, banjir merendam permukiman yang didiami 45 jiwa.
Masyarakat yang terkena musibah banjir tetap tenang dan waspada sehingga dapat meminimalisasi korban jiwa.
Dengan mempersiapkan langkah-langkah lebih awal bisa mengantisipasi banjir yang meluas.
Enam kecamatan yang tergenang banjir yakni Teweh Tengah, Lahei, Lahei Barat, Teweh Baru, Teweh Selatan, dan Montallat.