Polisi Selidiki Kebakaran Lahan di Jalan Pramuka
Polisi belum bisa memastikan apakah kebakaran lahan tersebut akibat kesengajaan pemilik lahan atau tidak.
Tag
Polisi belum bisa memastikan apakah kebakaran lahan tersebut akibat kesengajaan pemilik lahan atau tidak.
Lahan seluas 300 hektare di wilayah Kotim terbakar dalam waktu beberapa hari terakhir ini
Lahan yang terbakar di wilayah Kotim ini rata-rata berada di daerah bergambut
Dari sejumlah titik kebakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur masih ada dua titik api yang belum padam. Itu terjadi di kecamatan di wilayah Kota Sampit.
Kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Lembur Kuring, Jalan HM Arsyad, Sampit, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur menghanguskan rumah warga di wilayah setempat.
Polisi berhasil mengamankan satu orang diduga pelaku. Ada dua orang saksi yang masih dimintai keterangan.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sukamara selama Agustus 2018 ini telah menangani 10 kasus kebakaran lahan dan hutan, di mana lokasi kejadiannya lebih banyak terjadi di perkantoran.
Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (SatpolPP dan Damkar) Sukamar, Iwan Miraza mengatakan selama Juli 2018 ada sebanyak 26 titik api yang ditangani dan berhasil dipadamkan.
Adanya hujan di wilayah Kecamatan Mendawai membuat daerahnya aman dari bahaya Karhutla
"Jangan menunggu, ketika ada titik api yang muncul. Apabila bisa dengan cara mandiri dipadamkan, segera padamkan saja. Selain itu secepatnya kepada satuan terdekat di lapangan," pesan Pj Bupati Sukamara, Nurul Edy.
Pj Bupati Sukamara juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap bencana kebakaran yang dapat merusak lingkungan. Apalagi jika kebakaran menyerang lahan warga dengan berbagai tanaman.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga kini masih terjadi di kawasan Desa Sungai Cabang, Kecamatan Kumai sekitar 2 km sebelah selatan diluar Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Adapun bantuan tersebut berupa sepeda motor, alat pemadam, drone, dan peralatan monitoring kualitas udara.
Bantuan tersebut ditujukan untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di enam desa rawan karhutla.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat (Kobar) saat ini terus menyosialisasikan pada masyarakat mengenai apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang bisa menimbulkan bencana kabut asap tersebut.
Satgas Darat dari Posko Siaga Darurat Karhutla Kabupaten dan Kecamatan terus berusaha memadamkan api yang merambat.
DLH Kabupaten Sukamara mendatangkan pelatih dari Manggala Agni Pangkalan Bun untuk membimbing Tim Serbu Api.
DLH Kabupaten Sukamara telah membentuk Tim Serbu Api di tiga desa. Pembetukam TSA hanya dilakukan di wilayah yang dianggap rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Rapat itu dihadiri bupati dan wakil bupati Gunung Mas terpilih periode 2019 - 2024, Jaya S Monong - Efrensia LP Umbing. Turut hadir pula. wakil ketua dan anggota DPRD, pejabat FKPD dan SOPD.
Sudah dibentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap desa maupun kecamatan. Dengan susunan camat sebagai penanggungjawab, danramil, koordinator lapangan, serta kapolsek sebagai wakil koordinator.