2 Hari Ini Ada 2 Kasus Kebakaran Lahan di Kotawaringin Barat
Selama dua hari ini ada dua kasus kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Tag
Selama dua hari ini ada dua kasus kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Tim gabungan terus melakukan pemadaman melalui darat dan udara agar titik api berkurang
DPRD Kotim mengimbau sosialisasi pencegahan Karhutla harus terus dilakukan kepada masyarakat
BORNEONEWS, Sampit - Kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah mulai menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bahkan kabut asap sendiri sudah mulai terlihat…
Harapannya, ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) dengan menurunkan helikopter untuk membantu pemadaman melalui udara, sehingga kebakaran di dua kecamatan tersebut sedikit berkurang.
Kabupaten Sukamara masuk dalam urutan kedua se-Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan jumlah titik api atau hospot yang paling banyak terbaca.
"Yang jelas semua aparat pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri selalu siaga setiap saat," kata Pj Bupati Sukamara, Nurul Edy.
"Kalau memang kita tidak mampu (menangani), maka kita akan melakukan koordinasi dengan pemprov. Seperti untuk pemadaman," kata Nurul Edy.
Kebakaran tersebut tepatnya terjadi di Desa Hantipan hingga Desa Bapinang Hilir. Pihak kecamatan bersama warga, polisi dan TNI terus berupaya melakukan pemadaman melalui jalur darat menggunakan alat pemadam portable.
Penjabat (Pj) Bupati Sukamara, Nurul Edy mengharapkan ada langkah cepat untuk menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Upaya pemadaman terus dilakukan karena dikhawatirkan area yang terbakar meluas dan mendekati pemukiman warga desa.
Saat ini sudah diupayakan pemadaman dari tim gabungan.
Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Abdul Kadir menyebutkan justru saat ini warga di daerah pedalaman yang sudah mulai menyadari bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Kelurahan Mendawai Seberang, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaraingin Barat (Kobar) hingga Kamis (16/8/2018) ini.
Rinciannya, empat hotspot di Kecamatan Pulau Hanaut, dan dua titik di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Dengan tingkat keakuratan 100 %, artinya memang terjadi kebakaran lahan di kawasan itu.
Dari delapan titik tersebut, terbanyak terjadi di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, yang sejak beberapa pekan terakhir terus meluas. Pemadaman hanya bisa dilakukan melalui jalur udara, sementara lewat darat sulit ditempuh.
Sekda Kotim memeriksa kesiap-siagaan petugas di posko tersebut. Sebab, dia tidak ingin petugas tidak siap apabila ada terjadi karhutla.
Empat mobil pemadam dan AWC diterunjkan oleh Tim Satgas Karhutla Kotim untuk memadamkan api
"Jika terus menerus terjadi karhutla di daerah ini, sangat rentan terjadi kabut asap. Dan bisa saja asapnya ke luar Kalimantan sehingga mengganggu pelaksanaan Asian Games," kata Kapolsek Ketapang AKP Kadek.
Adapun kendala pemadaman sejauh ini, lokasi karhutla sulit dijangkau. Petugas pun membutuhkan selang yang panjang untuk mencapai titik kebakaran. Hal itu harus dilakukan karena sekitar lokasi sangat jarang ada sumur ataupun parit yang berair.