Terkait Karhutla, Ini Sindiran Gubernur Kalteng untuk Presiden
Kalteng merupakan provinsi terluas kedua setelah Papua, tetapi jarang dikunjungi Presiden. Kalau terbakar, baru dikunjungi.
Tag
Kalteng merupakan provinsi terluas kedua setelah Papua, tetapi jarang dikunjungi Presiden. Kalau terbakar, baru dikunjungi.
Seminar ini digagas oleh Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Regional Kalimantan dan dihadiri Menteri Perhubungan
Titik api (hot spot) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terpantau sudah hilang dengan mulai turunnya hujan sejak beberapa hari yang lalu.
Seminar ini bertujuan untuk mengkaji dari berbagai aspek oleh berbagai nara sumber berkompeten berbagai bidang
Sejumlah lokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah terjadi kebakaran lahan. Kondisi ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta masyarakat selalu waspada dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dijadwalkan datang ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), hari ini, Kamis (21/2/2018).
Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian berencana akan membuat spanduk berisi larangan membakar lahan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Rody Iskandar saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/2/2018).
Empat provinsi tersebut adalah Sumatera Selatan (1/2/2018) hingga (30/10/2018), Riau (19/2/2018 hingga (31/5/2018), Kalimantan Barat (1/1/2018) hingga (31/12/2018) dan Kalimantan Tengah (20/2/2018) hingga (21/5/2018).
Walau di bagian atas sudah mulai padam, kemungkinan masih ada api dalam tanah gambut. Jadi hal ini tetap harus dituntaskan, kalau tidak kemungkinan muncul lagi titik api di lokasi tersebut.
Bantuan dari BNPB Pusat, berupa dua pompa portabel, dua perahu karet dan satu tandon air lipat.
Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar turut memadamkan api pada musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Mahir Mahar lingkar luar Palangka Raya, Selasa (20/2/2018).
Lahan yang terbakar ini milik tujuh warga. Polisi masih mendalami penyebab kebakaran lahan ini
Penanganan kebakaran lahan tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja. Namun, hal itu merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk perusahaan swasta dan masyarakat.
Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) harus proaktif ikut memadamkan kebakaran lahan apabila terjadi di dekat lingkungannya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berharap agar pemerintah pusat segera menerjunkan helikopter untuk melakukan water bombing (pengeboman air dari udara).
Ditunda tiga jam saja sudah menyebabkan kabut yang tebal apalagi menunda sampai dua hari.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun, di Desa Kubu, Kecamatan Kumai sudah mulai turun hujan.
Diperkirakan antara 80 hingga 100 hektare lahan di Pangkalan Bun yang terbakar.
Kebiasaan membakar lahan untuk bertani harus dihilangkan dan harus berganti dengan pola yang lebih ramah lingkungan
Aba Ambo Kotawaringin Barat (Kobar) menyerukan agar warga jangan membakar lahan sembarangan.