Cerita Warga Pertama Kali Melihat Api, Tinggalkan Istri di Motor Hingga Kaki Terluka
"Melihat ada api, istri dan motor langsung saya tinggalkan. Saya melompat bercebur melewati sungai menuju rumah itu," kata Muhammad Fahreza alias Reza.
Tag
"Melihat ada api, istri dan motor langsung saya tinggalkan. Saya melompat bercebur melewati sungai menuju rumah itu," kata Muhammad Fahreza alias Reza.
Api muncul sekitar pukul 20.00 WIB. Api berawal dari sebuah rumah kosong yang ada di samping kediaman Apri Gunawan. Rumah itu bahkan ludes terbakar dan mulai menjalar ke rumah sebelahnya
"Saya kebetulan melintas jalan sini. Melihat ada api, saya pun berhenti dan langsung mencoba memadamkan api menggunakan ember di samping rumah itu," kata Muhammad Fahreza, warga yang melintas.
Kasus kebakaran terjadi hanya di Januari, Februari dan Maret. Sedangkan untuk April, Mei dan Juni sudah tidak ada kasus kebakaran.
Musibah yang menghanguskan kediaman warga bernama Gerpri Piter Jiman Sawung, 51, tidak memakan korban jiwa.
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Surabaya telah menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran di Pasar Tampung Untung, Jalan Jawa, Kompleks Pasar Besar, Palangka Raya.
Ada ditemukan potongan kain terbakar tak jauh dari lokasi kebakaran. Persepsi kebakaran itu ada unsur sabotase pun merebak.
Seluruh warga berdatangan untuk membantu pemadaman api dengan alat seadanya.
Saat kejadian itu, kios dalam keadaan tertutup, dan tidak ada seorang pun di dalamnya. Sementara korban berada di rumahnya.
Toko milik Rosita yang menjual berbagai jenis pakaian, hangus terbakar. Sejauh ini, belum diketahui penyebab kebakaran.
Kapolsek Parenggean AKP Donny Bayuanggoro mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui petugas jaga malam Pasar Parenggean, Said Ambrullah alias Abah Barak.
Kebakaran terjadi pukul 19.30 WIB. Warga yang mengetahui kemunculan api bergerak cepat melakukan pemadaman.
Tim Labfor Surabaya membawa KWH, piting lampu, kabel, arang bekas terbakar, dan penggiling kelapa
Tim Labfor Surabaya ini dibantu aparat Polres Palangka Raya dan Polda Kalteng dalam melakukan olah TKP
Dugaan penyebab kebakaran yakni korsleting listrik pada jalur yang sebelumnya telah dilaporkan warga ke PLN karena disinyalir berbahaya.
Banyak warga terutama pedagang yang menuturkan sudah melaporkan adanya jaringan kabel aliran listrik berbahaya, namun tidak direspon cepat PLN.
Demi menjaga agar TKP tetap steril alias tidak dimasuki warga, polisi menempatkan enam personel untuk melakukan penjagaan. Sekitar TKP juga masih terpasang garis polisi/
Sehari pascakejadian, situasi kawasan pasar tersebut sudah terlihat padat. Para pedagang juga nampak terlihat berjejer menjual dagangannya.
Dua pasutri pedagang ini hanya memikirkan keselamatan cucunya, tanpa bisa menyelamatkan barang berharga.
Dugaan awal penyebab kebakaran Pasar Tampung Untung ini karena konsleting listrik