Begini Suasana Kebakaran di Kompleks Pasar Besar
Kobaran api begitu cepat membakar bangunan di Pasar Tampung Untung, Jalan Jawa, Kompleks Pasar Besar, Palangka Raya pada Selasa (19/6/2018) sore.
Tag
Kobaran api begitu cepat membakar bangunan di Pasar Tampung Untung, Jalan Jawa, Kompleks Pasar Besar, Palangka Raya pada Selasa (19/6/2018) sore.
"Saya disitu menyewa. Kemudian saya jadikan gudang kelapa. Api dari bagian atas," ucap Matra'i, penyewa kios untuk gudang kelapa.
Informasi terhimpun, api pertama kali muncul dari bagian atas. Para pedagang tak mampu membendung kobaran api hingga meludeskan satu blok berisi barak dan kios.
Demi memperlancar arus bagi petugas pemadam kebakaran, aparat kepolisian menerapkan sistem tutup jalan di ruas jalan utama.
Kebakaran di Kompleks Pasar Besar tepatnya Pasar Tampung Untung di Jalan Jawa, Palangka Raya pada Selasa (19/6/2018) sore meludeskan 34 barakan dan 16 kios.
Terlihat anggota Brimob Polda Kalteng bersenjata laras panjang berjaga-jaga di depan garis polisi yang dipasang.
Api membakar dengan cepat bangunan berkonstruksi kayu beratapkan seng. Ada empat keluarga yang menghuni tiga rumah tersebut.
Dugaan ini karena selama ini rumah yang terbakar ini tidak dihuni oleh pemiliknya
Kebakaran di siang hari ini membuat warga Jalan Reginal, Kabupaten Sukamara mendatangi lokasi kejadian untuk sekedar melihat
Kerugian tersebut sudah termasuk sejumlah barang yang berada di dalam tokonya yang berlokasi di Jalan Iskandar, nomor SU-T-147.
Untung saja, SPBU tersebut selamat dari ancaman api yang nyaris saja membakar apabila mobil itu tidak segera didorong menjauh dari tempat pengisian.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, kebakaran yang hampir menghanguskan Toko Ehen Pancing di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit diduga adanya hubungan pendek arus atau korsleting listrik.
Dua tempat pengisian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Tjilik Riwut Km 6,5 Palangka Raya, dipasang garis polisi (police line) tidak lama setelah mobil taksi kota dengan KH 158 AP terbakar, Rabu (6/6/2018) pagi/
Untungnya, alat pemadam api ringan (APAR) yang berada di SPBU tersebut dapat difungsikan sehingga membantu memperlambat api membesar.
"Tadi saya sudah mau tidur, lalu ditelpon ayah saya ada kios di PPM yang terbakar. Saya langsung ke lokasi menyelamatkan barang-barang di toko saya," kata Inul, salah satu pemilik toko pakaian di PPM Sampit.
Saat kebakaran terjadi, warga yang sedang parkir di lokasi tersebut langsung menyelamatkan kendaraannya masing-masing tanpa memerhatikan pembayaran parkir.
Masyarakat Kapuas diimbau agar lebih waspada selama musim kemarau untuk mencegah potensi pemicu kebakaran
Putung api diduga masuk melalui celah bawah pintu ruko dan mengenai beberapa bahan yang mudah terbakar hingga menyulut api.
Tidak ada yang berani mendekati lokasi kejadian setelah suara ledakan terdengar. Sebab, warga takut ada ledakan susulan.