Wakapolres Seruyan Ajak Masyarakat Tidak Golput
Wakapolres Seruyan Kompol Timur Santoso mengajak masyarakat tidak golput saat Pemilu 17 April 2019 mendatang.
Tag
Wakapolres Seruyan Kompol Timur Santoso mengajak masyarakat tidak golput saat Pemilu 17 April 2019 mendatang.
Bupati Sukamara Windu Subagio, Ketua DPRD Sukamara Edy Alrusnadi, Ketua KPU Sukamara Ahmad Zen Alantny bersama Kapolres Sukamara AKBP Sulistiyono berpatroli mengelilingi kota memastikan pelaksanaan kampanye terbuka besok bisa berjalan aman dan damai dengan naik motor trail.
Dalam apel gelar kesiapan pasukan, Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro mengharapkan agar masyarakat dapat semakin dewasa dalam berdemokrasi, mengingat Pemilihan legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) sudah semakin dekat.
Personel TNI-Polri yang terlibat dalam tugas pengamanan penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2019 harus mempedomi prosedur yang berlaku agar tindakan-tindakan yang dilakukan senantiasa terukur sesuai aturan hukum.
TNI-Polri berada di luar lingkup penyelenggaraan pemilu. Namun tetap menentukan suksesnya keberlangsungan pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasua, jujur dan adil.
Tugas pengamanan Pemilu Serentak 2019 adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak dapat dinilai dengan apapun sekaligus menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan balasan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa bila dilaksanakan dengan tulus ikhlas.
Apel yang diikuti personel Polri dari Polres Kobar, Brimob Kompi B Pangkalan Bun, Kodim 1014 Pangkalan Bun, Kompi B Batalyon Raider 631 Antang serta Satpol PP dan Damkar Kobar ini juga dihadiri oleh Bupati Kobar Nurhidayah, Ketua KPUD Kobar Chaidir dan para pejabat lainya.
Menurut Wakapolres, situasi kondusif seperti saat ini harus terus dipertahankan. Terlebih saat ini tengah menghadapi pelaksanaan pemilu.
Terhitung ada 1.200 personel gabungan yang siap melaksanakan tahapan pemilu 2019, mulai dari aparat kepolisian, TNI, KPU dan Potensi Masyarakat (Potmas) lainnya.
Empat penerjun itu adalah Ipda Ibrahim, Baratu Irwan, Brigadir Julfahmi dan seorang polisi wanita Bripda Felita.
Apel ini dilakukan untuk melihat kesiapan pasukan gabungan yang nantinya akan bertugas untuk melakukan penjagaan dan pengamananan tahapan pemilu yang digelar 2019.
TNI dan Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu serentak, apabila menemukan kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku.
Apel tersebut diikuti personel Polri dan TNI, anggota Satpol PP, Basarnas, petugas kesehatan, petugas dinas perhubungan, pelajar, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas).
Deklarasi pemilu damai 2019 dibacakan saat apel gelar pasukan persiapan pengamanan pelaksanaan pemilu 2019 di halaman kantor Bupati Gumas, Jumat (22/3/2019).
Peserta upacara yang hadir dalam apel gabungan tersebut berjumlah kurang lebih 375 orang.
Pesan ini disampaikan pada saat memimpin upacara gelar pasukan pengamanan menghadapi Pemilu 2019 mengingat karena sebentar lagi akan digelar Pemilu Presiden dan Legislatif 17 April 2019.
Apel dengan sandi Pengamanan Menghadapi Pemilu 2019 itu digelar mengingat pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 sangat rawan gesekan yang dapat memecah persatuan bangsa.
Pada kesempatan itu, Kapolres Gumas AKBP Yudi Yuliadin ketika membacakan sambutan tertulis Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia Wiranto menyampaikan, seluruh prajurit TNI-dan polri dan komponen masyarakat supaya terlibat untuk mengamankan pemilu 2018.
Apel tersebut dipimpin Kapolda Kalteng Irjen Anang Revandoko dan Danrem 102/Panju Panjung Kolonel Arm Saiful Rizal dengan dihadiri pejabat utama TNI, Polri dan pemerintah daerah.
Apel gelar pasukan ini bertema Tingkatkan sinerhi TNI - Polri dengan komponen bangsa lainnya guna mewujudkan Keamanan Dalam Negeri (Kamdagri) yang kondusif.