BORNEONEWS, Palangka Raya – Universitas Palangka Raya (UPR) mengajak siswa SDN 1 Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, mengangkat kekayaan lingkungan sekitar menjadi karya cerita bergambar melalui program Dongeng Hijau Tanah Dayak.
Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2026 tersebut mengusung pelatihan penulisan cerita bergambar berbasis ekologi lokal Kalimantan Tengah untuk memperkuat literasi ekologis siswa sekolah dasar.
Ketua tim pengabdian UPR, Syarah Veniaty, M.Pd., menjelaskan bahwa lingkungan yang dekat dengan kehidupan siswa dapat menjadi sumber inspirasi dalam kegiatan membaca, menulis, dan menggambar.
"Keberadaan Sungai Rungan serta kawasan lahan dan hutan di sekitar sekolah menyediakan beragam tema yang dapat dikembangkan menjadi cerita," kata Syarah kepada Borneonews pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Mulai dari kehidupan sungai, keberagaman tumbuhan dan satwa, hingga pentingnya menjaga kebersihan serta kelestarian alam.
Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong mengembangkan gagasan berdasarkan pengalaman dan pengamatan terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Ide-ide itu kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan dan ilustrasi sesuai kreativitas masing-masing.
Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan pembatasan pembelajaran tatap muka akibat kabut asap.
"Tim pengabdian mendatangi sekolah untuk memberikan pengarahan sekaligus membagikan lembar kerja siswa (LKS), sedangkan latihan menulis dan menggambar dilanjutkan di rumah masing-masing," tambahnya.
Kepala SDN 1 Petuk Katimpun, Lendang, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian UPR atas perhatian terhadap pengembangan literasi siswa.
"Kami berharap kegiatan serupa dapat terus mendorong kreativitas anak sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar," katanya.
Hasil karya siswa selanjutnya akan dihimpun, disunting, dan diterbitkan oleh tim pengabdian. Penerbitan ini diharapkan menghasilkan bahan bacaan yang memuat kreativitas serta perspektif anak-anak terhadap lingkungan Kalimantan Tengah.
Melalui program tersebut, literasi tidak hanya diarahkan pada kemampuan berbahasa, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengenali kekayaan alam di sekitarnya dan menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini. (TESTI PRISCILLA)









