BORNEONEWS, Palangka Raya – SDN 8 Palangka Raya meraih peringkat pertama dalam kategori lembaga pendidikan yang melakukan pengutamaan bahasa negara di Provinsi Kalimantan Tengah. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Semarak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 yang digelar Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam kategori tersebut, posisi terbaik kedua diraih SMP Kristen Palangka Raya, disusul SDN Katolik Santo Don Bosco di peringkat ketiga. Sementara itu, SMPN 11 Palangka Raya menempati peringkat keempat dan SDN 3 Bukit Tunggal berada di posisi kelima.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya, Muhamad Setiadi Hidayat, sebelumnya menegaskan pentingnya membangun kecintaan terhadap bahasa Indonesia sekaligus melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

"Penguatan bahasa dan sastra harus menjadi perhatian bersama, termasuk di lingkungan pendidikan," kata Setiadi kepada Borneonews.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membiasakan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, tanpa mengesampingkan keberadaan bahasa daerah dan penguasaan bahasa asing.

Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan prinsip Trigatra Bangun Bahasa, yakni utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.

Penghargaan kepada lembaga pendidikan tersebut diberikan dalam rangkaian Semarak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya, Senin, 26 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong keterlibatan lembaga pendidikan dalam pengembangan bahasa dan sastra, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia di ruang pendidikan.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, menyampaikan bahwa bahasa persatuan bahasa Indonesia dianggap sebagai elemen terkuat yang dapat menyatukan Indonesia.

“Bahasa Indonesia saya rasa masih menjadi satu-satunya elemen pemersatu kita dengan keberagaman agama, budaya, kepercayaan, dan sebagainya,” ujar Sukardi Gau.

Menurutnya, keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan menjadi semakin penting di tengah kekayaan bahasa daerah yang dimiliki Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat 729 bahasa daerah di Indonesia, sementara Kalimantan Tengah memiliki 30 bahasa daerah.

Selain kategori lembaga pendidikan, kegiatan Semarak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 juga memberikan apresiasi kepada lembaga pemerintah dan swasta serta penerima Apresiasi Krida Duta Bahasa. (TESTI PRISCILLA/R)