BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Hujan yang dinanti-nantikan warga Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, akhirnya turun pada Rabu dini hari, 28 Oktober 2026. Hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur sejumlah wilayah setelah beberapa waktu terakhir dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di kawasan Jalan Pemuda, Kelurahan Selat Utara, Kuala Kapuas, hujan turun cukup deras. Guyuran hujan juga membasahi sejumlah wilayah Kecamatan Pulau Petak, di antaranya Barasak dan Sei Tatas, serta wilayah Kecamatan Kapuas Murung.

Sementara itu, hujan dengan intensitas lebih ringan terjadi di kawasan pusat Kota Kuala Kapuas. Sejumlah lokasi yang diguyur hujan antara lain Jalan Jawa, Jalan Tambun Bungai, dan Jalan Ahmad Yani.

Hujan tersebut juga disertai petir dan kilat yang terdengar di sejumlah kawasan. Meski intensitasnya berbeda-beda, turunnya hujan menjadi kabar yang dinantikan warga di tengah kondisi udara yang belakangan dipenuhi asap.

Warga Jalan Jawa, Amin, mengaku bersyukur hujan akhirnya turun di kawasan tempat tinggalnya. Ia menyebut suara hujan menjadi sesuatu yang dirindukan setelah berhari-hari menghadapi kondisi cuaca yang kering.

“Alhamdulillah, di Jalan Jawa hujan turun. Rindu sekali suara hujan,” ungkap Amin.

Kehadiran hujan ini menjadi angin segar bagi warga Kuala Kapuas yang belakangan menghadapi kabut asap pekat akibat karhutla. Selain membasahi permukaan tanah dan vegetasi yang mengering, hujan diharapkan membantu mengurangi asap di wilayah terdampak.

Sebelumnya, kondisi kekeringan dan kebakaran lahan di Kabupaten Kapuas menjadi perhatian serius karena turut berdampak terhadap kualitas udara. Kabut asap bahkan mengganggu aktivitas warga di sejumlah kawasan.

Meski hujan telah turun di beberapa wilayah, dampaknya terhadap penanganan karhutla dan kondisi kualitas udara masih perlu dipantau. Intensitas hujan yang berbeda di setiap lokasi juga membuat kondisi di wilayah Kabupaten Kapuas belum tentu seragam.

Bagi warga, turunnya hujan dini hari itu setidaknya membawa harapan setelah menghadapi cuaca kering dan kabut asap dalam beberapa waktu terakhir. Mereka kini menantikan hujan berlanjut agar kondisi udara membaik dan ancaman karhutla dapat berkurang. (SABRIANOOR)