BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Hujan kembali mengguyur sejumlah wilayah di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu, 28 Oktober 2026  sekitar pukul 07.30 WIB.

Hujan dengan intensitas sedang ini menjadi yang kedua kalinya setelah wilayah pesisir tersebut mengalami kemarau panjang selama kurang lebih empat bulan terakhir.

Sebelumnya hujan deras mengguyur Kuala Pembuang pada Senin, 26 Oktober 2026, setelah sekian lama masyarakat tidak merasakan turunnya hujan.

Turunnya hujan kembali membawa secercah harapan bagi masyarakat, terutama di tengah persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Seruyan.

Hujan diharapkan mampu membasahi lahan yang mengering, membantu mengurangi potensi munculnya titik api, serta menekan risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

 “Alhamdulillah Kuala Pembuang sudah mulai hujan. Mudah-mudahan dampak akibat kabut asap semakin berkurang,” ucap Firda, warga Kuala Pembuang.

Selain berharap kualitas udara membaik, masyarakat juga menantikan hujan yang berkelanjutan untuk membantu mengatasi persoalan kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut terutama dirasakan sebagian warga yang tinggal di kawasan pesisir. Selama kemarau panjang, kondisi air sungai yang cenderung asin turut menjadi kendala bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

“Turunnya hujan mudah-mudahan membuat dampak kekeringan semakin berkurang. Kondisi air sungai yang semula asin semoga bisa lebih baik lagi,” harap warga.

Harapan serupa disampaikan Iwan, warga Kelurahan Kuala Pembuang II. Ia bersyukur hujan mulai kembali turun dan berharap kondisi tersebut menjadi pertanda berakhirnya musim kemarau.

“Alhamdulillah, semoga bencana kekeringan dan kabut asap juga bisa berakhir,” ungkapnya.

Bagi masyarakat Kuala Pembuang, hujan yang kembali turun menjadi harapan baru setelah berbulan-bulan menghadapi kondisi cuaca kering, kabut asap, dan keterbatasan air bersih.

Warga pun berharap hujan dapat terus berlanjut sehingga kondisi udara semakin membaik, kebutuhan air bersih lebih mudah terpenuhi, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Seruyan dapat berkurang. (FAHRUL/R)