BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol Hendra Wirawan menegaskan bahwa peluncuran patroli drone karhutla hingga tingkat Polres merupakan langkah strategis untuk memperkuat deteksi dini, mempercepat respons, serta meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Langkah ini sejalan dengan program prioritas Kapolri, khususnya penguatan transformasi digital serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kita memanfaatkan teknologi untuk membantu pelaksanaan tugas. Teknologi bukan sekadar sarana saja, tetapi juga harus menghasilkan tindakan nyata dan manfaat yang dirasakan masyarakat," ujar Brigjen Hendra Wirawan, Rabu, 28 Oktober 2026.
Wakapolda Kalteng menekankan lima hal penting dalam pelaksanaan tugas penanganan karhutla. Pertama, memperkuat deteksi dini dan pencegahan.
Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendeteksi potensi karhutla sejak awal, jangan menunggu api membesar.
"Bagus lagi apabila kita bisa mencegah orang yang dicurigai masuk ke kawasan hutan atau lahan yang belum terbakar, segera didatangi dan dicek tujuannya, berdasarkan hasil tangkapan dari drone maupun patroli masif," tegasnya.
Kedua, memastikan setiap informasi ditindaklanjuti. Setiap informasi harus menjadi dasar pengambilan keputusan dan diwujudkan dalam langkah nyata.
Wakapolda juga mengingatkan agar memaksimalkan layanan saluran darurat 110 yang dapat dihubungi masyarakat selama ada jaringan telepon maupun internet.
Ketiga, memperkuat sinergi lintas sektoral. Membangun koordinasi yang solid dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat luas.
"Hilangkan ego sektoral. Bukan karena kita atau mereka, melainkan karena kita bersama," ujarnya
Keempat, mengedepankan pencegahan sekaligus penegakan hukum. Meningkatkan edukasi dan pengawasan kepada masyarakat, serta bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kelima, senantiasa mengutamakan hasil dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Penggunaan teknologi dan efektivitas penanganan harus berdampak nyata bagi warga.
Brigjen Pol Hendra Wirawan menegaskan tolok ukur keberhasilan patroli drone karhutla bukan dari banyaknya kegiatan atau kecanggihan teknologi yang ddigunakan
"Keberhasilan tidak diukur dari seberapa canggih teknologi yang kita gunakan, tetapi dari seberapa cepat kita merespons, seberapa efektif kita menangani kebakaran, dan seberapa besar dampak kerugian yang berhasil kita kurangi bagi masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/R)








