BORNEONEWS, Palangka Raya – Hujan yang mengguyur Kota Palangka Raya diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat, terutama setelah menghadapi kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa waktu terakhir.

Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, berharap turunnya hujan dapat membantu memperbaiki kondisi lingkungan sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi, kembali berjalan normal.

"Kondisi cuaca yang lebih baik menjadi harapan bagi masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Selain itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga diharapkan dapat kembali bangkit setelah terdampak situasi yang terjadi sebelumnya," katanya, Rabu, 28 Oktober 2026.

Khemal menilai, pemulihan kondisi lingkungan perlu diikuti dengan pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat. Pasalnya, situasi karhutla dan kabut asap tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga berpotensi mengganggu kegiatan usaha, perdagangan, serta mobilitas masyarakat.

Ia berharap hujan yang turun dapat menjadi momentum bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk kembali beraktivitas secara bertahap, sekaligus menggerakkan roda perekonomian di Kota Palangka Raya.

Meski demikian, upaya penanganan karhutla dan pencegahan kebakaran tetap perlu dilakukan. Kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dinilai penting agar kondisi yang mengganggu aktivitas warga tidak kembali terulang.

"Dengan membaiknya kondisi lingkungan, Khemal berharap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat Palangka Raya dapat kembali pulih, sehingga warga bisa beraktivitas dengan lebih aman dan pelaku UMKM kembali mengembangkan usahanya," tambahnya. (MARINI/R)