BORNEONEWS, Palangka Raya – Akumulasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dari 1 Januari hingga 29 Oktober 2026 mencapai 7.233 kejadian dengan luas terbakar 20.732,69 hektare. Total hotspot dalam periode itu tercatat 371.709 titik. Luas tersebut dihitung berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota ke Pusdalops PB Provinsi Kalteng.
Dalam sehari, angka akumulasi bertambah 27 kejadian, 33,40 hektare, dan 17 hotspot dari posisi 7.206 kejadian, 20.699,29 hektare, dan 371.692 titik pada laporan 28 Oktober.
Data bulanan menunjukkan lonjakan sejak Juli. Agustus mencatat 71.350 hotspot, 1.928 kejadian, dan 6.865,39 hektare, lalu September menjadi puncak dengan 151.027 hotspot, 2.423 kejadian, dan 7.535,28 hektare.
Oktober hingga tanggal 29 sudah mencatat 143.999 hotspot, 1.937 kejadian, dan 4.453,80 hektare. Selisih hotspot Oktober dengan total September tinggal 7.028 titik.
Dihitung dari data itu, rata-rata hotspot per hari pada Oktober sekitar 4.965 titik, sedikit di bawah September yang sekitar 5.034 titik per hari (turun sekitar 1,4 persen). Kejadian per hari pada Oktober sekitar 67 dibandingkan sekitar 81 pada September, sedangkan luas terbakar per hari sekitar 154 hektare dibandingkan sekitar 251 hektare.
Hotspot Oktober di empat wilayah sudah melampaui total September: Kapuas (24.235 titik dari 16.967), Seruyan (23.955 dari 16.804), Katingan (18.341 dari 11.564), dan Kotawaringin Barat (17.483 dari 14.329).
Berdasarkan luas terbakar, Kotawaringin Timur teratas dengan 3.493,91 hektare, disusul Pulang Pisau (3.155,97), Kotawaringin Barat (2.646,97), Kapuas (2.275,91), dan Seruyan (2.131,98). Kejadian terbanyak tercatat di Kotawaringin Timur (1.396), lalu Kota Palangka Raya (992), Barito Timur (736), Seruyan (724), dan Kapuas (678).
Karhutla mendominasi bencana di Kalteng. Dari 7.485 kejadian bencana pada 1 Januari–29 Oktober 2026, sebanyak 7.233 kejadian atau sekitar 96,6 persen adalah karhutla. Sisanya 139 kebakaran permukiman, 51 cuaca ekstrem, 47 banjir, 9 kekeringan, 3 abrasi, dan 3 tanah longsor. Dibandingkan 28 Oktober, kebakaran permukiman naik dari 138 menjadi 139 dan cuaca ekstrem dari 50 menjadi 51.
Menurut jumlah seluruh kejadian bencana, Kotawaringin Timur teratas (1.422), disusul Kota Palangka Raya (1.059), Barito Timur (737), Seruyan (723), dan Kapuas (693). Jumlah terendah ada di Sukamara (191) dan Murung Raya (199).
Infografis bencana BPBD juga mencatat 68.680 jiwa terdampak, 13 jiwa luka atau sakit, dan 1 jiwa meninggal sejak Januari untuk seluruh jenis bencana, sedangkan korban hilang 0.
Unit rusak berat tercatat 231, rusak sedang 32, dan rusak ringan 59, naik dari 229, 31, dan 58 pada infografis 28 Oktober. (HERMAWAN DP/R)









