BORNEONEWS, Palangka Raya – Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat 17 titik panas (hotspot) di seluruh provinsi pada update terbaru Kamis malam, 29 Oktober 2026. Data BRIN dan SiPongi itu tercantum dalam infografis harian pukul 18.00 WIB. Jumlah tersebut turun dari 76 titik pada laporan sehari sebelumnya.

Hampir seluruh hotspot berada di Pulang Pisau, yakni 15 titik atau sekitar 88 persen dari total. Barito Selatan dan Kotawaringin Timur masing-masing mencatat 1 titik, sedangkan kabupaten/kota lainnya tidak mencatat hotspot.

Dalam tiga laporan harian terakhir, hotspot tercatat 11 titik (27 Oktober), 76 titik (28 Oktober), dan 17 titik (29 Oktober).

Meski hotspot sedikit, laporan mencatat 27 kejadian karhutla dengan luas terbakar 33,40 hektare. Pada 28 Oktober tercatat 28 kejadian dengan luas 43,93 hektare.

Kotawaringin Timur mencatat luas terbakar terbesar, yakni 18,5 hektare dari 9 kejadian, atau sekitar 55 persen dari total luas harian. Kota Palangka Raya juga mencatat 9 kejadian, dengan luas terbakar 7,5 hektare.

Gunung Mas mencatat 1 kejadian seluas 5 hektare, Kapuas 3 kejadian seluas 1,9 hektare, dan Kotawaringin Barat 2 kejadian seluas 0,5 hektare.

Barito Selatan melaporkan 1 kejadian dan Pulang Pisau 2 kejadian, keduanya dengan luas terbakar 0,00 hektare. Barito Timur, Barito Utara, Katingan, Lamandau, Murung Raya, Seruyan, dan Sukamara tidak melaporkan kejadian karhutla pada hari itu.

Laporan mencatat 16.478 personel gabungan terlibat dalam penanganan karhutla. Hotspot merupakan indikasi titik panas dari satelit, sehingga jumlahnya tidak selalu sama dengan jumlah kebakaran di lapangan. (HERMAWAN DP/R)