BORNEONEWS, Palangka Raya - Operasi udara untuk menekan karhutla di Kalimantan Tengah berlanjut. Data terbaru Laporan Posko PDB Karhutla pada Rabu, 28 Oktober 2026 mencatat enam sortie helikopter water bombing dengan total 75 kali penjatuhan air, serta enam penerbangan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan bahan semai 5.400 kilogram.

Helikopter Kamov KA-32AO (UR-CSN) terbang dua sortie ke titik api di Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sortie pertama menjatuhkan air 8 kali sebanyak 32.000 liter dan kembali ke pangkalan karena kendala WaterHog. Sortie kedua menjatuhkan air 21 kali sebanyak 84.000 liter dan kembali karena matahari terbenam. Luas area terbakar di lokasi sekitar 15 hektare, dengan area yang dipadamkan sekitar 1 hektare pada sortie pertama dan sekitar 3 hektare pada sortie kedua.

Helikopter EH-60A (ZK-HKU) menjatuhkan air 26 kali sebanyak 104.000 liter di Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kotawaringin Timur, dengan jam terbang 5 jam 1 menit. Area terbakar sekitar 3 hektare dan area yang di-waterdrop sekitar 2 hektare. Helikopter itu kembali karena mencapai batas endurance maksimal.

Helikopter SA 330J (N814AR) terbang dua sortie di Kabupaten Pulang Pisau. Sortie pertama di Bahaur Hilir menjatuhkan air 9 kali sebanyak 36.000 liter, sedangkan sortie kedua di Jabiren menjatuhkan air 3 kali sebanyak 12.000 liter. Di Jabiren, area terbakar sekitar 7 hektare dan area yang di-waterdrop sekitar 1 hektare, dan helikopter kembali karena kendala bucket.

Helikopter KA-32C (RA-31021) melakukan 8 kali water bombing di titik api Simbur dan kembali karena batas endurance. Laporan tidak mencantumkan volume air untuk sortie ini. Jika dijumlahkan, kelima sortie lainnya yang mencantumkan volume air mencapai 268.000 liter.

Pada OMC, enam penerbangan membawa 3.800 kilogram natrium klorida (NaCl) dan 1.600 kilogram dry ice. TNI AU melaksanakan tiga sortie dengan CASA 212-200: A-2105 membawa NaCl 800 kilogram ke area Katingan, Pulang Pisau, dan Kapuas, lalu dry ice 800 kilogram ke area VOR Pangkalan Bun, sedangkan A-2107 membawa dry ice 800 kilogram ke area Pangkalan Bun.

Tiga penerbangan lainnya adalah OMC BNPB dengan pesawat Cessna Caravan. PK-SNK (PT Milan Pillery Bersatu) membawa NaCl 1.000 kilogram ke area Kapuas dan Pulang Pisau, dan PK-SNL (PT Milan Pillery Bersatu) membawa NaCl 1.000 kilogram dengan misi OMC Kalimantan Selatan. PK-FPU (PT Arjuna Cakrawala Perkasa) membawa NaCl 1.000 kilogram ke area Kota Palangka Raya, Katingan, Kotawaringin, dan Seruyan, dan tercatat berangkat pukul 16.32 WIB dengan estimasi tiba pukul 18.30 WIB.

Jarak pandang membaik. Pada pukul 15.00 WIB, jarak pandang tercatat 6 kilometer di Palangka Raya (cerah) dan Sampit (berawan), 5 kilometer di Pangkalan Bun (berasap), serta 3 kilometer di Buntok dan Muara Teweh (berasap). Pada laporan 27 Oktober, jarak pandang di Pangkalan Bun hanya 0,7 kilometer dan di Buntok 0,9 kilometer.

BMKG Kalteng menyebut Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau di fase 2 dan diprediksi aktif, serta ada belokan angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi pada 28 Oktober di seluruh 14 kabupaten/kota, pada 29 Oktober di Barito Utara dan Murung Raya, dan pada 30 Oktober di Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.

Untuk 31 Oktober–3 November, potensi hujan ada di delapan wilayah: Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya. BMKG tetap mengimbau masyarakat tidak membakar lahan, mengurangi kegiatan di luar ruangan, dan memakai masker saat di luar, terutama bagi penderita gangguan pernapasan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia. (HERMAWAN DP/H)