BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar), Kalimantan Tengah, menggandeng delapan distributor cabai rawit merah untuk menjaga pasokan dan mencegah lonjakan harga menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kobar, Muhamad Suhendra, mengatakan distributor diminta memprioritaskan kebutuhan pasar lokal sebelum mengirim pasokan ke kabupaten lain.

“Kami meminta utamakan dulu kebutuhan di Kobar. Jika di sini sudah mencukupi, baru menyuplai untuk kabupaten tetangga,” kata Suhendra di Pangkalan Bun, Kamis (29/10/2026).

Delapan distributor tersebut selama ini juga memasok cabai rawit merah ke Kabupaten Seruyan, Lamandau, dan Sukamara. Pemkab Kobar berharap pengaturan distribusi dapat menjaga ketersediaan stok sekaligus menekan gejolak harga menjelang periode libur akhir tahun.

Berdasarkan pemantauan Disperindagkop UKM bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kobar di Pasar Indrasari, harga cabai rawit merah turun menjadi Rp70.000 per kilogram pada pekan keempat Oktober 2026.

Harga tersebut menurun dari Rp120.000 per kilogram pada pekan keempat September hingga awal Oktober. Penurunan berlangsung bertahap, dari Rp108.000 per kilogram pada pekan kedua Oktober menjadi Rp88.000 per kilogram pada pekan ketiga Oktober.

Suhendra menjelaskan, kenaikan harga sebelumnya dipengaruhi penurunan produksi cabai di daerah pemasok di Pulau Jawa akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat harga cabai yang diterima distributor di Kobar meningkat.

Harga cabai rawit merah dari daerah pemasok yang sebelumnya berkisar Rp25.000–Rp35.000 per kilogram naik menjadi Rp75.000–Rp83.000 per kilogram saat tiba di Kobar.

Menurut Suhendra, pergerakan harga sangat bergantung pada ketersediaan stok di tingkat distributor. Pasokan yang mencukupi cenderung mendorong harga turun, sedangkan stok yang menipis berpotensi memicu kenaikan.

Pemkab Kobar berharap kerja sama dengan delapan distributor tersebut dapat menjaga kelancaran pasokan cabai rawit merah, memenuhi kebutuhan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru, serta mempertahankan stabilitas harga di pasar setempat.

SUMBER: ANTARA