PALANGKA RAYA – BORNEONEWS, Istanbul – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimistis bahwa kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina dapat segera tercapai menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Desember mendatang. KTT tersebut dijadwalkan berlangsung di resor Trump National Doral, Florida, AS.

Dalam wawancara dengan komentator konservatif Benny Johnson pada Sabtu (31/10/2026), Trump mengatakan terdapat peluang besar untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina. Ia merujuk pada kemungkinan tercapainya kesepakatan antara kedua pemimpin negara tersebut.

"Saya pikir kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan di sana," kata Trump. Namun, ia mengakui bahwa hubungan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy masih diwarnai permusuhan mendalam.

Saat ditanya mengenai laporan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai Rusia-Ukraina dalam KTT G20, Trump tidak menutup kemungkinan tersebut. Ia meyakini perundingan dapat menghasilkan terobosan.

"Saya pikir ada peluang yang sangat besar bahwa kita akan berhasil menyelesaikan persoalan tersebut. Selain itu, kita juga sedang mengupayakan banyak kesepakatan lainnya," ujarnya.

Selain membahas konflik Rusia-Ukraina, Trump turut menyinggung Iran. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat berkomitmen mencegah negara tersebut memperoleh senjata nuklir.

Trump mengklaim kemampuan militer Iran telah melemah secara signifikan. Ia juga menyatakan bahwa Washington akan "menuntaskan persoalan itu".

Terkait Kuba, Trump memperkirakan pemerintahan komunis negara tersebut tidak akan bertahan lebih lama. Ia bahkan mengisyaratkan bahwa Washington dapat mengalihkan perhatiannya ke negara kepulauan itu setelah Venezuela.

"Kuba adalah negara yang gagal. Kita akan segera membawa orang-orang kembali ke sana," katanya.

Trump menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terus memantau perkembangan situasi di Kuba.

Sumber: Anadolu/ANTARA