PALANGKA RAYA – BORNEONEWS, Teheran– Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, Sabtu mengatakan bahwa sikap dan nada komunikasi Amerika Serikat (AS) dalam dialog dengan Teheran telah mengalami perubahan.

Meski demikian, Rezaei mengaku belum membalas surat yang dikirimkan Wakil Presiden AS JD Vance.

"Nada mereka telah berubah. Saya belum membalas surat dari Wakil Presiden AS JD Vance," kata Rezaei kepada televisi pemerintah Iran.

Sebelumnya, The Wall Street Journal, dengan mengutip sejumlah pejabat AS, pada Rabu melaporkan bahwa Vance telah mengirim surat kepada Rezaei. Langkah tersebut disebut sebagai upaya untuk membuka kembali jalur diplomasi sekaligus mencegah kemungkinan serangan besar-besaran baru AS setelah pemilihan paruh waktu yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November mendatang.

Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Teheran.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut tidak berlangsung lama karena kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Hingga kini, konflik antara Iran dan AS beserta Israel tersebut belum menemukan penyelesaian.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA