BORNEONEWS, Palangka Raya - Konflik yang yang terjadi antara masyarakat dan PT HMBP di Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan belum lama ini menjadi salah satu peristiwa memprihatinkan pada sektor investasi di Kalteng.
Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran menyebut konflik tidak akan terjadi jika perusahan sejak awal taat terhadap aturan yang belaku yakni merealisasi hak masyarakat menyalurkan plasma sebesar 20 persen.
"Konflik di Desa Bangkal tidak akan terjadi jika perusahaan berkomitmen merealisasi plasma sebesar 20 persen untuk masyarakat. Karena dimanapun investasi itu berada harus saling menguntungkan," ucapnya, Minggu, 15 Oktober 2023.
Sugianto berharap, konflik seperti yang terjadi di Desa Bangkal tidak terulang kembali di Kalteng. Seluruh perusahaan besar swasta agar dapat sentiasa mentaati aturan dalam menyalurkan hak masyarakat baik plasma maupun CSR.
Pasalnya, keberadaan investasi itu tidak hanya mengeruk keuntungan saja pada suatu daerah tapi juga berkontibusi terhadap pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat melalui komitmen menyalurkan apa yang mejadi hak masyarakat.
"Kita tegaskan, jangan sampai konflik terulang kembali seluruh perusahaan swasta yang beroperasi di Kalteng ini supaya dapat meningkatkan komitmen memberikan plasma, CSR dan lain-lain," imbuhnya. (DONNY D/R)
Gubernur Kalteng Sebut Konflik Tidak Akan Terjadi Jika Perusahaan Taat Aturan
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Konflik Perkebunan di Kotim Dampak Ketidakpuasan Masyarakat Terhadap Perusahaan, Penjarah Datang dengan Santai
Ini Hasil Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Provinsi Kalteng
BMKG Perkirakan Puncak Hujan di Kalteng Terjadi hingga Februari
Januari 2024 Terjadi Curah Hujan Tinggi di Kalteng
Dewan Kalteng Anjurkan Perusahaan Bantu Masyarakat?
Disnakertrans Kalteng Dorong Sektor Perusahaan Bebas Narkotika
Komentar (0)
Memuat komentar…







