**Borneonews**, Teheran - Kantor informasi pemerintah di Gaza melaporkan bahwa penutupan penyeberangan Rafah telah menyebabkan kematian 1.000 anak Palestina yang mengalami sakit dan luka dalam 100 hari terakhir.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh kantor pemerintah Gaza, setelah tentara Israel membakar dan menghancurkan penyeberangan Rafah, mereka menutup titik perbatasan antara Palestina dan Mesir tersebut selama lebih dari tiga bulan. Dalam pengumumannya, kantor tersebut menegaskan bahwa tindakan tentara Zionis ini, yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh wilayah Gaza, jelas merupakan kejahatan ilegal.
Lebih lanjut, pihaknya juga mengklaim bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional, hak asasi manusia internasional, serta bertentangan dengan semua perjanjian internasional yang ada. Di samping itu, rezim Israel terus melarang akses masuk untuk semua jenis bantuan ke Jalur Gaza, termasuk pasokan medis. Hal ini mencerminkan upaya rezim Zionis untuk merusak sektor kesehatan, di mana krisis obat-obatan dan peralatan medis dapat menyebabkan penutupan sejumlah rumah sakit yang masih beroperasi.
Kantor media di Gaza juga mengungkapkan bahwa rezim Zionis melarang 25.000 orang yang sakit dan terluka untuk mendapatkan perawatan di luar negeri. Akibatnya, lebih dari 1.000 anak, mereka yang sakit, dan korban luka kehilangan nyawa.
Pihak pemerintah Gaza mendesak komunitas internasional serta semua badan internasional untuk mengutuk kejahatan yang dilakukan oleh rezim tersebut dan meminta agar rezim Zionis bersama dengan Amerika Serikat bertanggung jawab penuh atas konsekuensi berbahaya dari penutupan penyeberangan Rafah serta larangan masuk peralatan medis dan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
ANTARA
Kematian 1.000 Anak Palestina di Gaza akibat Penutupan Rafah
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tentara Israel Tahan Direktur Pertahanan Sipil Palestina di Gaza Utara
Palestina Sebut Serangan Israel Mengganggu Upaya Bantuan ke Gaza Utara
Polres Seruyan Dalami Kasus Kematian Tragis Janda Muda dan Anaknya di Desa Sungai Bakau
Polisi Periksa 8 Saksi Kasus Kematian Vina dan Anaknya di Seruyan
Dinkes Kalteng Rapat Evaluasi Audit Maternal Perinatal Survailans dan Respons Kematian Ibu dan Anak
Kehidupan Anak di Palestina dan Lebanon, Penderitaan yang Tak Terbayangkan
Komentar (0)
Memuat komentar…







