**Borneonews**, Palu Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, telah menyiapkan lima ton beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelaksanaan pasar murah yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, Zulkifli, menyatakan bahwa pada hari pertama pasar murah ini, pemerintah menyiapkan tiga ton beras serta minyak goreng sebanyak 50 karton, setara dengan 600 liter. Rencananya, lima ton beras tersebut akan tersedia hingga hari kedua pelaksanaan acara. Kegiatan pasar murah ini berlangsung selama dua hari dan merupakan bagian dari Pekan QRIS Nasional. Zulkifli menjelaskan bahwa pasar murah berfungsi sebagai alternatif bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi di daerah. Di pasar murah ini, Pemkot Palu memberikan subsidi terhadap beberapa komoditas pangan kepada masyarakat prasejahtera yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Tujuan dari program ini adalah untuk mendekatkan pasar dengan harga yang terjangkau bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Beberapa komoditas yang disubsidi oleh pemerintah daerah antara lain beras premium yang dijual dengan harga Rp50.000 per 5 kilogram, tepung terigu seharga Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp13.000 per kilogram, minyak goreng dalam kemasan seharga Rp12.000 per liter, bawang putih Rp35.000 per kilogram, serta bawang merah yang dijual dengan harga Rp15.000 per kilogram. Untuk mendapatkan bahan pangan yang disubsidi, masyarakat perlu memenuhi syarat tertentu, yaitu dengan membawa kartu PKH dan KTP. Pembelian beras dalam kemasan dibatasi hingga 10 kilogram per orang untuk menghindari penimbunan. Zulkifli juga menyebutkan bahwa bagi masyarakat yang tidak termasuk dalam kategori penerima subsidi, mereka tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang relatif murah. Harga tersebut lebih kompetitif dibandingkan harga bahan pangan di pasar tradisional, karena diperoleh langsung dari distributor. Dalam penyelenggaraan pasar murah ini, Pemerintah Kota Palu bekerja sama dengan Perum Bulog dan Bank Indonesia. Menurut Zulkifli, Bank Indonesia berperan dalam memberikan subsidi bagi warga yang melakukan transaksi dengan menggunakan sistem QRIS sebagai bagian dari Pekan QRIS Nasional. Pemerintah Kota Palu juga melibatkan 21 pedagang atau distributor dalam pelaksanaan pasar murah ini. Zulkifli berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga kebutuhan pangan mereka dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau. ANTARA