BORNEONEWS, Buntok - Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha mengajak generasi muda menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat patriotisme, kegigihan, dan kepedulian sosial dalam membangun bangsa.

"Patriotisme bukan hanya ditunjukkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui pengabdian dan tindakan nyata," kata Khristianto Yudha saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu,, 28 Oktober 2026.

Ia menyampaikan bahwa kemajuan bangsa tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan karakter generasi mudanya.

Karena kemajuan sejati itu dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya generasi muda harus memiliki kegigihan dalam menghadapi tantangan, tidak mudah menyerah ketika mengalami kegagalan, serta terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan daerah.

Selain patriotisme dan kegigihan, kepedulian terhadap sesama juga menjadi nilai penting yang harus ditanamkan agar kemajuan bangsa dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

"Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," beber dia.

Ia juga mengajak generasi muda, khususnya di Barito Selatan, untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, serta mengembangkan kemampuan tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

“Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani," ucap dia. (URIUTU DJAPER/H)