**Borneonews - Bandung**, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya memperkuat peran Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) sebagai langkah strategis dalam menurunkan angka perceraian yang tergolong tinggi di wilayah tersebut.
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mengungkapkan bahwa penguatan fungsi BP4 sangat diperlukan dalam memberikan layanan konseling, nasehat, dan mediasi kepada pasangan yang tengah mengalami tantangan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Menurutnya, BP4 memiliki tanggung jawab besar dalam menanganai isu-isu yang berpotensi memicu perceraian.
"Di Jawa Barat, kami memiliki lembaga BP4 yang bertujuan untuk menurunkan angka perceraian, yang saat ini cukup mengkhawatirkan," ujar Bey, yang menyampaikan pendapatnya setelah acara nikah massal yang merupakan bagian dari West Java Festival (WJF) di Bandung.
Bey juga menegaskan bahwa keharmonisan dalam keluarga merupakan tolak ukur penting dari perkembangan dan kesejahteraan masyarakat. "Keluarga yang harmonis akan memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat," tuturnya.
Ia juga memberikan penekanan pada perlunya menjaga keharmonisan dalam rumah tangga, terutama di tengah berbagai tantangan yang seringkali menjadi pemicu terjadinya perceraian. Melalui pesan ini, Bey berharap setiap pasangan dapat menjauhi perilaku yang kasar dan sebaliknya lebih mengutamakan pengertian dan saling penghormatan.
"Kami mengimbau untuk tidak menggunakan kata-kata kasar, dan menghindari keras kepada pasangan. Harus ada pengertian dan saling memahami. Selain itu, kami juga menganjurkan agar semua menjauhi praktik pinjaman online dan judi online," paparnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat, Ajam Mustajam, menyatakan bahwa provinsi ini mencatatkan angka perceraian tertinggi di Indonesia. "Di tahun 2023, kami mencatat terdapat 102.280 kasus perceraian di Jawa Barat dengan beragam faktor penyebab, termasuk kekerasan dan judi online," ungkapnya.
Ajam berharap bahwa BP4, yang juga merupakan mitra kerja Kementerian Agama, dapat melaksanakan program yang fokus pada penguatan ketahanan keluarga untuk menurunkan angka perceraian tersebut. "Kami sedang mengoptimalkan fungsi BP4 sebagai agen yang berperan dalam mengurangi tingkat perceraian di Jawa Barat," tambahnya.
ANTARA
Upaya Pemerintah Jabar Perkuat BP4 untuk Turunkan Angka Perceraian
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DPRD Palangka Raya Apresiasi Upaya Pemerintah Kota dalam Menjaga Inflasi
Wabup Seruyan Tekankan Peran Pemuda dalam Membangun Daerah dan Bangsa
Faridawaty sebut Kalteng Butuh Pemimpin Muda yang Berani Membawa Perubahan
Dislutkan Kalteng Perkuat Transparansi Informasi Publik Melalui Inovasi Pelayanan
Soekardi Gau Akhiri Masa Tugas, Armiati Rasyid Pimpin Balai Bahasa Kalteng
Edy Pratowo Tegaskan IKBAB Bukan Sekadar Seremonial, tetapi Komitmen Menjaga Persatuan
Komentar (0)
Memuat komentar…







