**Borneonews - Maybrat**, Pemerintah Kabupaten Maybrat, yang terletak di Papua Barat Daya, baru saja mengumumkan adanya penambahan jumlah penerima bantuan pangan tahap ketiga. Sebelumnya, jumlah penerima bantuan pangan tercatat sebanyak 8.000 orang. Namun, dalam tahap ini, angka tersebut meningkat menjadi 9.001 orang.
Korneles Naa selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat menyampaikan informasi ini saat dihubungi di Kumurkek. Ia menjelaskan bahwa pada tahap pertama dan kedua penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah tahun 2024, total penerima berjumlah 8.000 orang. Penambahan 1.001 penerima pada tahap ketiga ini menunjukkan adanya perhatian lebih untuk masyarakat yang membutuhkan.
Korneles Naa juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog. Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada instansi tersebut untuk menyuplai bantuan pangan beras dalam situasi yang dihadapi masyarakat, termasuk masalah kemiskinan ekstrem, gizi buruk (stunting), serta dampak inflasi.
"Pemkab Maybrat menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat, terutama kepada Badan Pangan Nasional dan Bulog, atas kepercayaan yang diberikan untuk mengelola cadangan pangan yang berupa beras ini. Bantuan ini adalah tahap terakhir untuk tahun ini," ujar Korneles.
Lebih lanjut, ia mencatat bahwa daerah Maybrat dan Tambrauw merupakan wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi di Papua Barat Daya. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah konkret guna mengurangi angka kemiskinan di daerah tersebut.
"Dengan adanya 9.001 penerima bantuan pangan di Maybrat, hal ini menunjukkan peningkatan dari tahap kedua yang sebelumnya mencapai 8.000 lebih," tambah Korneles.
ANTARA
Pemerintah Kabupaten Maybrat Tambah Penerima Bantuan Pangan 9.001
Bagikan:

MANOKWARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Program Cetak Sawah Perkuat Ketahanan Pangan
Hujan OMC Bantu Padamkan Karhutla di Kotim
Orangutan Terekam Berjalan di Area Bekas Karhutla Kotim
Kasus ISPA di Kobar Capai 591, Tertinggi Selama Periode Pemantauan
KPSHK dan Tiga LPHD di Pulang Pisau Sepakati Rancangan Kerja Sama Pengelolaan Hutan Gambut
Nenek 62 Tahun Ditemukan Meninggal di Toilet Pasar Subuh Buntok
Komentar (0)
Memuat komentar…







