**Borneonews - Magelang**, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, bersamaan dengan The Hon Richard Donald Marles MP yang menjabat sebagai *Deputy Prime Minister and Minister for Defence of Australia*, telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Australia di Akademi Militer (Akmil) yang berlokasi di Magelang pada hari Kamis kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa penandatanganan perjanjian ini merupakan sebuah langkah penting dalam sejarah hubungan kedua negara, yang bertujuan untuk mengatasi berbagai ancaman keamanan yang ada. Baru saja kita tanda tangani suatu perjanjian kerja sama pertahanan yang merupakan suatu tongkat sejarah berkelanjutan untuk membantu mengatasi berbagai ancaman keamanan, tuturnya di hadapan para hadirin.
Sebelum melakukan penandatanganan, Menteri Pertahanan dan Marles menyaksikan defile yang dilakukan oleh para taruna Akmil, yang semakin menegaskan pentingnya kolaborasi di bidang pertahanan. Prabowo menegaskan melalui *Defence Cooperations Agreement (DCA)* ini, Indonesia dan Australia menunjukkan niat kuat untuk melanjutkan dan memelihara hubungan persahabatan yang telah terjalin.
"Saya bertekad untuk menjaga hubungan dengan Australia guna menjadi lebih baik di masa yang akan datang," tambahnya, menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerjasama dengan Australia di masa depan.
Perjanjian ini bersifat mengikat secara hukum, yang menunjukkan keseriusan kedua negara dalam meningkatkan serta memperkuat hubungan pertahanan mereka, idealnya dalam kerangka kemitraan strategis yang komprehensif. Keputusan untuk meningkatkan status perjanjian ini menjadi mengikat tidak terlepas dari perkembangan signifikan kegiatan kerjasama militer antara kedua negara selama sepuluh tahun terakhir, terutama dalam bidang pendidikan dan pelatihan.
Contoh konkret dari kerjasama ini adalah pengiriman taruna TNI untuk berlatih di *Australian Defence Forces Academy (ADFA)* dan *The Royal Military College, Duntroon*. Selain itu, terdapat juga rencana untuk *Joint UN Mission* antara TNI dan ADF serta peningkatan intensitas latihan gabungan (LATMA) yang melibatkan ketiga angkatan bersenjata dari kedua negara.
Untuk menyiapkan naskah perjanjian ini, Kementerian Pertahanan bersama Kementerian dan Lembaga Republik Indonesia telah menyelenggarakan lebih dari 30 rapat koordinasi sejak Maret 2023, baik secara daring maupun luring. Perundingan terkait naskah perjanjian juga telah dilakukan dalam serangkaian pertemuan di Jakarta pada bulan Mei dan Desember, termasuk di Canberra pada Agustus 2023.
ANTARA
Indonesia dan Australia Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pertahanan
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pentingnya Pertahanan Kuat bagi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia
Indonesia Perkuat Kerjasama dengan Negara Pasifik untuk Kesejahteraan
Kolaborasi Indonesia-Australia Atasi Banjir Rob dengan AI
Strategi Prabowo-Gibran Memperkuat Pertahanan Indonesia
Nova Targetkan Timnas U-17 Indonesia Kalahkan Australia
Lucas: Mental Bisa Bantu Timnas Indonesia U-17 Kalahkan Australia
Komentar (0)
Memuat komentar…






