JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah menerima penghargaan sebagai salah satu bank yang memiliki kinerja terbaik dalam penyaluran kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penghargaan ini diberikan dalam sebuah acara yang berlangsung di Jakarta, pada Senin malam, 9 September 2024, bersamaan dengan 24 bank lainnya yang juga berhasil mencatatkan prestasi serupa. Senior Vice President BCA, Tjoeng Haryanto, menyampaikan harapannya bahwa penghargaan ini akan mendorong BCA untuk lebih aktif berkontribusi dalam pengembangan sektor UMKM di Indonesia. Ia menyebutkan, saat ini BCA telah menyediakan modal inti lebih dari Rp70 triliun untuk mendukung pertumbuhan UMKM. BCA berkomitmen untuk memastikan penyebaran kredit tidak hanya terfokus di Pulau Jawa tetapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil di seluruh nusantara. Tjoeng juga menyoroti bagaimana akses kredit yang diberikan kepada pelaku UMKM dapat membantu meningkatkan skala usaha mereka. "Kami telah melihat pelaku UMKM yang awalnya beroperasi dalam skala rumah tangga dapat berkembang, bahkan sebagian dari mereka kini mampu mengekspor produk mereka ke pasar internasional," ungkapnya. Ia menunjukkan komitmen BCA untuk terus menumbuhkan jumlah pelaku UMKM dan mendukung ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Saat ini, kontribusi rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) baru mencapai 22 persen, dan ke depannya, BCA akan berupaya untuk meningkatkan rasio ini secara signifikan. Penghargaan dalam ajang Best Bank Performance of MSMEs Loans Award 2024 ini tidak hanya diatribusikan kepada bank swasta, tetapi juga sejumlah bank pemerintah. Di antara bank pemerintah yang turut mendapatkan penghargaan adalah BRI, BSI, Bank Mandiri, serta Bank Pembangunan Daerah yang mewakili beberapa provinsi, seperti BPD Jawa Timur, Bank Nagari, dan BPD Bali. Irsyad Muchtar, pemimpin redaksi Majalah Peluang, menyatakan bahwa tujuan dari acara penghargaan ini adalah untuk mendorong lembaga keuangan terus menyalurkan pinjaman kepada pelaku UMKM. "Sekitar 96 persen perekonomian di Indonesia bergantung pada pelaku UMKM. Jika sektor perbankan tidak memberikan perhatian kepada mereka, akan sangat mungkin usaha-usaha ini mengalami kendala dalam operasionalnya," tuturnya. ANTARA