**Borneonews - Kupang**, Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Andriko Noto Susanto, hari ini menyerahkan bantuan pangan dalam rangka penanganan stunting tahun 2024. Bantuan ini diberikan kepada 83 keluarga yang berisiko mengalami stunting dari total 3.275 keluarga yang teridentifikasi di Kota Kupang. Acara penyerahan ini berlangsung pada hari Kamis dan merupakan bagian dari program Bantuan Pangan Pengentasan Rawan Stunting.
Dalam sambutannya, Andriko mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam mengatasi permasalahan stunting yang menjadi tantangan serius di provinsi kepulauan ini. Ia menekankan bahwa stunting merupakan isu yang perlu ditangani secara kolektif.
Stunting adalah persoalan yang sangat serius dan memerlukan perhatian kita semua. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kita perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, ungkapnya.
Andriko menjelaskan bahwa stunting berkaitan dengan kekurangan gizi secara kronis yang berlangsung dalam jangka waktu lama, yang dapat mengganggu pertumbuhan fisik, mental, serta kognisi anak-anak. Kondisi ini adalah sebuah bencana kemanusiaan karena dampaknya yang berkepanjangan terhadap perkembangan generasi mendatang.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kota, kabupaten di NTT, serta semua unsur Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, keterlibatan pihak akademisi dan dunia usaha dalam berbagai pendekatan bantuan juga diharapkan bisa membantu mengatasi masalah ini.
Berbagai pendekatan yang perlu dilakukan termasuk pemberian bantuan, edukasi, promosi, kampanye, dan pola orang tua asuh. Semua pihak harus bersatu padu untuk menyelesaikan permasalahan ini, tegasnya.
Andriko juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat yang melalui Badan Pangan Nasional telah meluncurkan dua program penting yang berfokus pada penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Saya berterima kasih kepada semua stakeholder yang terlibat, termasuk IDFOOD, PT Pos, Bulog, serta pemerintah pusat dan daerah. Ini adalah upaya untuk menyelamatkan masa depan bangsa, ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam menerapkan gerakan orang tua asuh dengan pendekatan *by name by address*.
Di kesempatan yang sama, Pj Gubernur yang didampingi oleh Pj Wali Kota Kupang, Linus Lusi, memberikan bantuan pangan berupa daging ayam dan telur yang bertujuan untuk menambah asupan gizi protein anak-anak. Bantuan juga mencakup sayur-sayuran seperti kelor, buah-buahan, serta ikan yang semuanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Pendampingan juga sangatlah penting. Saya mendorong setiap perangkat daerah di Pemerintah Provinsi NTT untuk aktif dalam menangani stunting, memberikan edukasi, dan melibatkan organisasi non-pemerintah (NGO) untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran, tambahnya.
Linus Lusi, Pj Wali Kota Kupang, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh Pj Gubernur NTT. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang serta pemerintah kabupaten lainnya dalam upaya bersama menangani stunting, kemiskinan ekstrem, dan pengendalian inflasi.
Kita harap kerjasama ini terus berlanjut untuk mencapai tujuan yang kita inginkan bersama, pungkas Linus.
ANTARA
Pj Gubernur Serahkan Bantuan Pangan untuk Keluarga Berisiko Stunting
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Mentan Serahkan Bantuan Alsintan Senilai Rp6,4 Miliar kepada Brigade Pangan di Dadahup
Program Prioritas DP3AP2KB Pulang Pisau 2025: Penanganan Stunting, Pemberdayaan Perempuan, dan Ketahanan Keluarga
Diskan Seruyan Serahkan Bantuan Mesin Sedot Lumpur untuk Pembudidaya Ikan di Seruyan Hilir
DPKP Gunung Mas Serahkan Bantuan Bibit Ikan untuk Sukseskan Asta Cita
TP-PKK Kapuas Sosialisasi Ketahanan Keluarga dan Pelatihan Pangan Lokal di Mandau Talawang
Peneliti BRIN Kembangkan Produk Pangan Lokal Atasi Stunting
Komentar (0)
Memuat komentar…







