**Borneonews - Lampung Selatan**, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, yang terletak di Provinsi Lampung, sedang mengintensifkan implementasi program Gerakan Pangan Murah (*GPM*) sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga bahan pangan di daerah tersebut.
Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, mengungkapkan bahwa kegiatan pasar murah yang diorganisir oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdaperin) dilangsungkan di kompleks GWH Kelurahan Waylubuk, di Kecamatan Kalianda. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengendalikan inflasi yang berdampak pada daya beli masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan bahwa pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menghadapi masalah kelangkaan bahan kebutuhan pokok. Kami sudah berdiskusi dengan Bulog, dan mereka menyatakan siap memberikan bantuan apabila terjadi kekurangan barang seperti beras, minyak, dan gula, ujarnya.
Nanang berharap kehadiran pasar murah ini dapat memberikan akses kepada masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu, untuk mendapatkan sembako dengan harga terjangkau. Dengan adanya interaksi antara pemerintah dan pelaku usaha, kami optimis dapat menyelesaikan permasalahan ekonomi masyarakat serta menekan laju inflasi di kawasan ini, tandasnya.
Bupati menjelaskan bahwa *GPM* ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih ekonomis. Saya sangat bersyukur melihat antusiasme warga yang datang berbelanja di sini. Pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, telur, serta gas elpiji ukuran 3 kg dan barang kebutuhan lainnya, tambahnya.
Selanjutnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lampung Selatan, Eka Riantinawati, menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan *GPM* ini menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia memberi penjelasan mengenai harga bahan pangan yang sedang mengalami kenaikan di atas Harga Acuan Pemerintah (*HAP*), seperti cabe rawit yang saat ini dijual dengan harga Rp55.000 per kilogram, sementara *HAP*-nya hanya berkisar antara Rp41.000 hingga Rp51.000 per kilogram. Di *GPM* ini, cabe rawit dijual seharga Rp40.000 per kilogram. Untuk bahan pangan lain, ketersediaan dan harganya tetap stabil sesuai dengan anjuran pemerintah, ungkapnya.
ANTARA
Pemerintah Lampung Selatan Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Stabilitas Harga
Bagikan:

BANDAR LAMPUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ketua TCSD-IAKMI: Harga Rokok di Indonesia Tidak Boleh Murah
Disperindagkop UKM Kobar Gelar Operasi Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru
Jaga Stabillitas Ekonomi, Pemkab Kobar Gelar Pasar Murah
Harga Pangan Akhir November, Cabai Rawit Merah Capai Rp39.520 per Kg
Harga Pangan Awal Desember Turun, Cabai Rawit Rp37.850 Per Kg
Harga Pangan Rabu, Daging Ayam Naik Jadi Rp36.710 per Kg
Komentar (0)
Memuat komentar…







