JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Atlet layar asal Jakarta, Naura Adhara dan Astari Rahayu, berhasil meraih medali emas di dua nomor perlombaan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024. Kompetisi ini berlangsung di Pantai Kampung Jawa, Banda Aceh, pada hari Senin yang lalu. Pada perlombaan hari ketiga, hasil dari kompetisi yang dibatalkan pada hari Senin digunakan untuk menentukan pemenang medali. Dengan demikian, Naura dan Astari berhasil menjadi yang terbaik di masing-masing kategori yang mereka ikuti. Naura Adhara menunjukkan performa yang sangat mengesankan dengan menyelesaikan perlombaan di urutan pertama sebanyak lima kali dari total delapan balapan pada nomor *techno 293*. Perolehan nilai bersihnya mencapai sembilan poin, mulai dari hari Sabtu hingga Minggu. Di sisi lain, atlet Jawa Timur, Yuni Amalfi, meraih urutan kedua dengan tiga kali finis pertama dan mengumpulkan 11 poin bersih. Atlet Kalimantan Timur, Della Fatriyani, menempati posisi ketiga dengan nilai bersih 25 poin, sehingga berhasil membawa pulang medali perunggu. Sementara itu, Astari Rahayu juga menunjukkan performa yang sangat baik dengan meraih enam kemenangan dari delapan perlombaan yang diikutinya. Dia berhasil mengumpulkan total delapan poin bersih selama pertandingan berlangsung. Riska Zulia, atlet dari Jawa Timur, meraih posisi kedua dengan dua kali finis di urutan pertama dan mengumpulkan 12 poin. Atlet dari Jawa Barat, Silvi, harus puas dengan medali perunggu setelah mengumpulkan 20 poin bersih. Pada hari kompetisi tersebut, para atlet dalam kelas layar putri dan internasional 470 campuran terpaksa kembali ke Pantai Gampong Jawa akibat cuaca laut yang tidak mendukung. Sekitar pukul 12.25 WIB, panitia perlombaan memanggil para atlet untuk kembali ke pantai, dan mereka segera mengarahkan layar mereka sesuai instruksi panitia hingga sekitar pukul 12.45 WIB. Humphrey Sinyal, petugas teknis untuk cabang olahraga layar, mengungkapkan bahwa radar yang dipasang di kapal menunjukkan adanya potensi hujan dan angin yang semakin kencang di area perlombaan. Menurutnya, kondisi tersebut mengancam keselamatan para atlet saat berlayar. "Radar kami menunjukkan bahwa cuaca sedang tidak bersahabat. Kami harus berhati-hati demi keselamatan para peserta," ungkap Humphrey sambil menunjuk ke arah laut, lokasi awal perlombaan beberapa kelas layar. ANTARA