**Borneonews - Jakarta**, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyatakan keyakinan bahwa Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (*Gemarikan*) dapat berperan signifikan dalam mengurangi angka stunting pada anak-anak. Kepala Dinas KPKP DKI, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk percepatan penurunan stunting, saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Menurut Elia, *Gemarikan* merupakan mandat dari Kementerian Kesehatan, yang menekankan pentingnya asupan protein hewani dalam program pencegahan stunting.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumpulkan sejumlah kelompok masyarakat yang memiliki fasilitas kolam untuk memberdayakan mereka dalam budidaya ikan dengan menyebarkan benih ikan secara gratis. Ini akan diiringi dengan pendampingan oleh Dinas KPKP DKI untuk memastikan proses perkembangbiakan ikan berjalan lancar. Kegiatan ini diharapkan bisa membekali masyarakat agar setelah panen yang kelima, mereka dapat mandiri dan melakukan pembelian bibit ikan sendiri.
Hasil dari panen tersebut nantinya akan diproses guna disajikan kepada anak-anak yang terindikasi mengalami stunting, sesuai dengan data yang ada di Dinas Kesehatan maupun Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta. Elia menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan semua sektor dan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak.
Di samping itu, Kampanye *Gemarikan* yang direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2024 ditargetkan dapat melibatkan lebih dari seribu siswa dari sekolah dasar di wilayah DKI Jakarta.
Dalam konteks prevalensi stunting, Jakarta saat ini masih tercatat di bawah angka nasional, dengan posisi sebagai daerah kedua terendah di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Jakarta mencapai 14,8 persen pada tahun 2022 dan meningkat menjadi 17,6 persen pada tahun 2023.
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengambil berbagai langkah strategis untuk mempercepat penanganan masalah stunting, termasuk melakukan intervensi spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik mencakup pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dan skrining Hemoglobin (Hb) bagi remaja putri, serta memberikan edukasi kesehatan kepada calon pengantin mengenai masalah kesehatan yang relevan.
Sementara itu, intervensi sensitif juga dilakukan melalui program Kelurahan Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS), sebagai bagian dari upaya komprehensif penanganan stunting di wilayah ini.
ANTARA
Kampanye Gemarikan DKI Jakarta, Upaya Tekan Angka Stunting
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Peningkatan Sanitasi Tekan Stunting di Kalteng
Kolaborasi Guru PAUD dan Posyandu Diperkuat untuk Tekan Stunting di Kapuas
Keluarga Berperan Penting dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting
Komitmen Turunkan Angka Stunting di Lamandau
Bawa Kabur Mobil Pickup di Seruyan, Terduga Pelaku Diamankan di Sampit
Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kapolres Barito Timur Serukan Semangat Pengabdian
Komentar (0)
Memuat komentar…







