**Borneonews - Ponorogo**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengumumkan bahwa tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memasang sejumlah perangkat untuk mendeteksi potensi longsor di beberapa wilayah yang rawan terjadi pergeseran tanah. Pemasangan alat ini bertujuan untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan keselamatan masyarakat di area daerah bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa alat yang digunakan adalah *Landslide Early Warning System* (LEWS) yang telah terpasang sejak beberapa pekan terakhir dan kini sedang dalam tahap beroperasi. Pemasangan LEWS ini dilakukan di enam titik yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Sawoo, Pulung, dan Slahung.
Dari enam lokasi tersebut, dua perangkat LEWS ditempatkan masing-masing di Desa Sriti dan Desa Tempuran di Kecamatan Sawoo, satu alat di Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, dan satu perangkat di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung. Masun menegaskan bahwa analisis yang dilakukan oleh PVMBG dan BPBD menunjukkan bahwa daerah-daerah ini memiliki potensi terjadinya gerakan tanah ketika musim hujan tiba.
Masun menambahkan bahwa target rampungnya pemasangan LEWS adalah pada pekan ini. Ia menjelaskan bahwa fungsi utama dari alat ini adalah memberikan peringatan dini kepada penduduk di kawasan rawan bencana longsor sehingga mereka dapat bersiap-siap mengungsi ke tempat yang lebih aman ketika alat menunjukkan sinyal peringatan.
Pemasangan LEWS juga merupakan inovasi mitigasi yang dilaksanakan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Wilayah-wilayah yang dilengkapi alat ini memiliki sejarah kebencanaan yang terkait dengan tanah longsor, sehingga keberadaan LEWS diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Dengan adanya alat ini, diharapkan masyarakat akan lebih bersiaga. Ketika alat berbunyi, diharapkan warga dapat segera mengambil langkah untuk mengungsi demi keselamatan mereka. Masun menggarisbawahi pentingnya fungsi LEWS sebagai sistem peringatan yang bertujuan menjaga keamanan penduduk.
LEWS dilengkapi dengan sensor *extensometer* yang berfungsi untuk mendeteksi pergeseran tanah dan *rain gauge* yang digunakan untuk mengukur curah hujan. Data yang diperoleh di lapangan akan dikirim ke PVMBG menggunakan konsep *Internet of Things*, sehingga memungkinkan analisis dan respon yang cepat terhadap potensi bencana yang dapat terjadi.
ANTARA
Pemasangan Sistem Peringatan Dini Longsor di Ponorogo untuk Keamanan Masyarakat
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemeriksaan Kesehatan Jemput Bola di Kotim Deteksi Dini Penyakit untuk ASN dan Masyarakat
Kaspinor Ingatkan Masyarakat Sukamara Jaga Keamanan dan Ketenangan Jelang Pilkada 2024
Pengakuan UNESCO ke Reog Ponorogo Tunjukkan Kekayaan Budaya Indonesia
Dua Warga Ponorogo Tewas Terseret Arus Banjir
Menteri LH: Agroforestri Penting dalam Mitigasi Bencana di Ponorogo
BNPB: Petugas Bergerak Cepat Atasi Banjir dan Longsor di Soppeng
Komentar (0)
Memuat komentar…







