**Borneonews - Sleman**, Kadipaten Pakualaman, bersama dengan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar sosialisasi mengenai Sejarah Nilai-nilai Kepakualaman serta Dialog Budaya. Kegiatan ini ditujukan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beroperasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, dan diadakan pada hari Senin.
Sosialisasi berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman dan dibuka secara resmi oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sleman, Kusno Wibowo. Dalam acara ini juga hadir Bendara Pangeran Harya (BPH) Kusumo Bimantoro yang menyerahkan buku berjudul *Ajaran Kepemimpinan Asthabrata* kepada Pjs Bupati Sleman.
Dalam sambutannya, Kusno Wibowo mengungkapkan harapan bahwa sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Sleman mengenai perjalanan sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikenal memiliki dua pusat budaya dan peradaban, yaitu Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman.
Kusno juga menekankan pentingnya hubungan antara tradisi dan inovasi. Ia mengingatkan bahwa kebudayaan tidak dapat terlepas dari akarnya, dan harus sejalan dengan perkembangan zaman yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk menanamkan kembali kearifan lokal yang merupakan warisan berharga dari leluhur.
BPH Kusumo Bimantoro, yang mewakili Kadipaten Pakualaman, berharap bahwa melalui dialog dan sosialisasi ini, pengetahuan serta wawasan tentang sejarah Kadipaten Pakualaman dan perkembangan seni budaya dapat bertambah, terutama dari narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya.
"Kami berharap dialog budaya ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang sejarah berdirinya Kadipaten Pakualaman serta perkembangan seni budayanya langsung dari narasumber yang berpengalaman," tambahnya.
Acara sosialisasi ini terdiri dari dua materi utama, yaitu perkembangan seni budaya di Kadipaten Pakualaman dan sejarah pendiriannya. Materi tersebut dipaparkan langsung oleh tim Pambudidaya Pakualaman, yang diwakili oleh KPH Kusumoparastho dan KRMT Projokusumo, dengan moderasi oleh KRMT Jayengtaruno.
Kegiatan dialog budaya ini adalah yang ketiga kalinya diadakan oleh Kadipaten Pakualaman, setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.
ANTARA
Sosialisasi Sejarah Kepakualaman untuk ASN di Sleman
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bawaslu Sleman Kirim 187 Imbauan Netralitas untuk ASN dan TNI/Polri
Kisah Prajurit Terakota, Penemuan yang Mengubah Sejarah Xi'an
Sejarah Puisi Diceritakan dalam Lokakarya Apresiasi Menulis Puisi
Gusma: Kongres Pemuda Katolik di Palangka Raya Jadi Catatan Sejarah
Barcelona Catatkan Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Klub pada 16 Laga
Panglima TNI: Generasi Muda Harus Tahu Sejarah
Komentar (0)
Memuat komentar…







