BORNEONEWS, Palangka Raya – Petani di Desa Terusan Makmur, Kecamatan Bataguh, mengungkapkan ketergantungan terhadap tengkulak dalam pengadaan bibit dan modal tanam.
Keluhan tersebut disampaikan saat Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menghadiri Panen Raya Padi di wilayah itu.
“Bibit dan uang tanam biasanya diambil dari tengkulak. Tapi yang sudah mampu beli bibit sendiri yaa mandiri,” ungkap salah satu petani.
Situasi ini menyebabkan petani harus menjual hasil panen kepada tengkulak dengan harga yang tidak menguntungkan.
Gubernur menyampaikan komitmen untuk mencari solusi yang berpihak kepada petani kecil agar tidak terjebak praktik perdagangan yang merugikan.
‘Desa Terusan Makmur dan wilayah sekitarnya memiliki potensi besar sebagai sentra produksi pangan, dan perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat,” tutur Agustiar dalam keterangan resminya, Senin sore, 14 Juli 2025. (HERMAWAN DP/H)
Petani Bataguh Keluhkan Ketergantungan pada Tengkulak
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gubernur Kalteng Siapkan Anggaran Jalan Pertanian di Bataguh
Satresnarkoba Polres Kapuas Tangkap Petani Jadi Budak Sabu di Sei Jangkit Bataguh
Mahasiswa Keluhkan Blank Spot dan Infrastruktur, Gubernur Kalteng Tawarkan Solusi
Warga Lanjas Keluhkan Air Bersih, Jalan Rusak, dan Kebutuhan Petani
Miliki 0,3 Gram Kristal Bening Diduga Sabu, Pria di Bataguh Kapuas Diringkus Polisi
Kelompok Tani di Bataguh Dapat Bantuan Alsintan
Komentar (0)
Memuat komentar…







