BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan pembinaan literasi selama empat hari, 28 hingga 31 Juli 2025 di Kota Palangka Raya.
Kegiatan ini diikuti oleh 23 komunitas literasi dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah yang selama ini aktif dalam pengembangan budaya baca dan tulis di masyarakat.
Kepala Balai Bahasa Kalteng, Sukardi Gau menjelaskan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas komunitas agar mampu tumbuh secara mandiri, naik peringkat dalam jejaring literasi nasional, dan memberikan dampak lebih luas bagi ekosistem literasi lokal.
"Kami ingin komunitas-komunitas ini menjadi penggerak utama literasi di daerahnya masing-masing," ujar Sukardi dalam rilisnya pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Dalam pembinaan tersebut, peserta dibekali beragam materi, mulai dari manajemen komunitas, strategi membangun jejaring, keterampilan wicara publik, hingga teknik penulisan cerpen yang menggugah.
Seluruh materi diberikan secara interaktif oleh para narasumber berpengalaman di bidangnya, yang juga membuka ruang diskusi untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi oleh komunitas.
Salah satu sesi yang mendapat antusiasme tinggi adalah pelatihan penulisan cerpen, di mana peserta diajak menggali cerita lokal sebagai bahan narasi yang mengangkat kearifan dan identitas daerah. Pendekatan ini dinilai strategis dalam memperkuat literasi berbasis budaya serta memperkaya khazanah sastra daerah.
Setelah kegiatan tatap muka ini, Balai Bahasa Kalteng akan melanjutkan dengan program pendampingan literasi daring. Tujuannya untuk menjaga semangat kolaborasi antarkomunitas dan memastikan kesinambungan program literasi di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
"Pendampingan secara daring akan menjadi jembatan komunikasi dan kerja sama lintas komunitas, sehingga semangat menyemai budaya literasi di Bumi Tambun Bungai terus bergelora," tutur Sukardi.(TESTI PRISCILLA)









