BORNEONEWS, Palangka Raya – Uskup Palangka Raya, Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, menyampaikan bahwa pengembangan pusat ziarah di wilayahnya tidak hanya berfokus pada wisata religius, tetapi juga pelayanan kemanusiaan, budaya, dan ekonomi.
Ia menjelaskan terdapat dua proyek utama yang tengah dikembangkan, yakni Mission Center dan Wisata Budaya lewat Tendopoli atau tempat perkemahan.
Mission Center merupakan pusat pembekalan tiga lantai yang tidak hanya mengajarkan ajaran agama, tetapi juga memberdayakan ekonomi melalui pelatihan keterampilan seperti peternakan, pertanian, dan UMKM.
Sementara itu, Tendopoli akan menampilkan rumah adat permanen dari 32 paroki di Kalimantan Tengah sebagai tempat pelestarian dan pameran budaya Dayak untuk masyarakat Indonesia.
“Kami ingin tempat ini menjadi cerminan bahwa iman, budaya, dan kepedulian sosial berjalan beriringan,” tegas Uskup di Palangka Raya, dikutip Borneonews pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Ia berharap dukungan pemerintah dapat mempercepat pembangunan kedua proyek tersebut demi kemajuan Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/j)
Uskup Palangka Raya Kembangkan Wisata Religi dan Budaya Berbasis Ekonomi Umat
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bidik Wisatawan Eropa, Dispar Kaltim Fokus Kembangkan Destinasi Budaya
Menbud: Pemetaan Talenta Seni Berbasis Data Guna Pengembangan Budaya
Jelang Pergantian Tahun, Pemko Palangka Raya Perketat Pengamanan di Area Wisata
Massa Aksi Peduli Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai akan Datangi Pemko Palangka Raya 11 Januari
Wali Kota Palangka Raya Terima Aspirasi Pengelolaan Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai
Sinergi Jadi Kunci Pengelolaan Wisata di Palangka Raya
Komentar (0)
Memuat komentar…







