BORNEONEWS, Palangka Raya – Penurunan signifikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak menjadi penghalang bagi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah untuk tetap menjalankan Program Sekolah Gratis di seluruh wilayah Kalteng.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi daring Disdik Kalteng bersama pengawas pembina serta kepala SMA, SMK, dan Sekolah Khusus se-Kalimantan Tengah.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, memaparkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu APBD kita berada di angka Rp10,2 triliun, sekarang hanya sekitar Rp5,3 triliun. Dampaknya sangat terasa di Dinas Pendidikan. Jika sebelumnya kami mengelola sekitar Rp2,3 triliun dari mandatory 20 persen, kini hanya sekitar Rp1,3 triliun,” kata Reza di Palangka Raya, seperti dikutip Borneonews pada Senin, 19 Januari 2026.
Ia menyebutkan penurunan tersebut setara hampir Rp1 triliun atau sekitar 45 persen, namun tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan.
Menurut Reza, capaian tingkat kepuasan peserta didik di Kalimantan Tengah yang mencapai 97,3 persen harus tetap dipertahankan melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan pendidikan. (HERMAWAN DP/H)
Disdik Kalteng Akui Penurunan APBD 2026
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng: Kinerja BPR dan BPRS Kalteng Alami Penurunan Dibanding Periode Sebelumnya
BPS Catat Penurunan Kinerja Angkutan Utara di Kalteng
Wali Kota Palangka Raya Ajak ASN Tingkatkan Kedisiplinan, Hindari Penurunan Kinerja Pascalebaran
Marc Marquez Akui Lakukan Kesalahan di Sesi Latihan Bebas 1 GP AS
Kajari Karo Akui Salah di Hadapan DPR Soal Penangguhan Penahanan Amsal
Persita akui Persebaya Lebih Mampu Manfaatkan Peluang
Komentar (0)
Memuat komentar…







