BORNEONEWS, Palangka Raya – Nilai ekspor Kalimantan Tengah periode Januari hingga Desember 2025 tercatat sebesar USD 3,54 miliar.
Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 12,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ekspor masih didominasi oleh batu bara dan minyak kelapa sawit, dengan tujuan utama Jepang, India, dan Tiongkok,” ujar Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Tengah M. Taufiqurrahman seperti dikutip Borneonews pada Selasa, 3 Februari 2026.
Di sisi lain, nilai impor Kalimantan Tengah tercatat sebesar USD 37,70 juta. Nilai impor tersebut turun 35,42 persen secara kumulatif tahunan.
Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan Kalimantan Tengah pada periode Januari–Desember 2025 tetap mencatat surplus.
Sementara pada sektor pertanian, luas panen padi sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat mengalami penurunan 12,49 persen dibandingkan tahun 2024.
Produksi padi juga turun 8,94 persen, terutama akibat berkurangnya luas panen pada Subround III (September–Desember 2025). (HERMAWAN DP/j)
Ekspor Kalteng 2025 Turun 12,01 Persen, Neraca Perdagangan Tetap Surplus
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ekspor Kalteng Tumbuh 7,03 Persen Ditopang Sektor Tambang dan Minyak Kelapa Sawit
Pemkab Kotim Gencarkan Pencegahan Stunting Sejak 1.000 HPK, Target Turun ke 17 Persen
UMK Dominasi Struktur Usaha di Kalteng, Perdagangan Jadi Sektor Terbesar
Ekspor Sawit Kalteng Melonjak, Harga TBS Ikut Terdorong Gejolak Global
Harga Batu Bara dan Sawit Menguat, Kinerja Ekspor Kalteng Berpeluang Terdongkrak
IWAPI Kalteng Buka Jalan Ekspor, Gaharu hingga Patin Tembus Pasar Luar Negeri
Komentar (0)
Memuat komentar…







