BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepemimpinan daerah dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi berbagai instrumen pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Harian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Sari Anggraini saat Kunjungan dan Koordinasi terhadap Capaian dan Kendala Pelaksanaan Stranas PK di Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur.
"Pemimpin menjadi penentu, bagaimana orang di balik layar menggunakan itu sebagai instrumen pengambil keputusan yang berdampak bagi masyarakat," ujar Sari Anggraini di Palangka Raya, seperti dikutip borneonews pada Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan kunjungan bersama tim Stranas PK dilakukan untuk mendengarkan, berbagi, dan belajar bagaimana pencegahan korupsi dapat diterapkan secara nyata, tidak hanya sebagai slogan tetapi masuk ke dalam proses kerja dan sistem pemerintahan.
Dalam kunjungan tersebut, tim Stranas PK mendalami tiga aksi utama di Kalimantan Tengah, yakni Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), pengadaan barang dan jasa, serta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Kegiatan itu melibatkan Tim Stranas PK yang terdiri dari KPK RI, Kantor Staf Presiden, Kementerian Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (HERMAWAN DP/y)
Kepemimpinan Daerah Jadi Penentu Efektivitas Pencegahan Korupsi
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Inspektorat Palangka Raya Luncurkan Inovasi FRACTAL, Perkuat Pencegahan Korupsi dan Tata Kelola Pemerintahan
Subandi Dorong Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi di Palangka Raya
Nilai Antikorupsi Palangka Raya 96,5, Subandi Minta Perkuat Pencegahan Korupsi
Pakar: Kenaikan Hak Keuangan Kepala Daerah Tak Otomatis Cegah Korupsi
Mendagri: Cegah Korupsi Daerah dengan Penguatan Sistem dan Integritas
Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah Terus Belajar Cegah Korupsi
Komentar (0)
Memuat komentar…







