BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah memastikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) belum mengalami lonjakan drastis meski kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul, mengatakan ISPA merupakan penyakit yang selalu ditemukan di masyarakat, baik ketika terjadi karhutla maupun tidak.
“ISPA itu mau ada karhutla, tidak ada karhutla, pasti ada kasus ISPA,” kata Suyuti Syamsul seperti dikutip Borneonews pada Selasa, 15 September 2026.
Menurutnya, cakupan diagnosis ISPA cukup luas karena keluhan seperti batuk, pilek hingga bersin-bersin dapat masuk dalam kategori tersebut.
Karena itu, Suyuti menyebut cukup sulit memastikan secara spesifik berapa kasus ISPA yang benar-benar berkaitan langsung dengan karhutla.
“Kalau melonjak sih tidak. Kalau menyebut naik pasti ada, tapi kalau melonjak tidak,” tegasnya.
Suyuti menambahkan hingga saat ini tidak ada kabupaten/kota di Kalteng yang menetapkan kondisi luar biasa (KLB) terkait kasus ISPA. (HERMAWAN DP/Y)
Dinkes Kalteng Tepis Isu Lonjakan Kasus ISPA
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
ISPA Meningkat, Diare Jadi Perhatian Dinkes Kobar di Tengah Karhutla dan Kemarau
7.098 Kasus ISPA di Palangka Raya, Dampak Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan
Kabut Asap, Kasus ISPA dan Sesak Napas Kucing Naik 30 Persen di Palangka Raya
Kasus ISPA di Kotim Meningkat, Lansia dan Balita Rentan Terdampak
Kasus ISPA Palangka Raya Tembus 11.276, Bus Oksigen Keliling Disiapkan untuk Warga
Polda Kalteng Tangani 14 Kasus Karhutla Korporasi, Satu Tersangka Ditetapkan
Komentar (0)
Memuat komentar…







