BORNEONEWS, Sampit – Kebutuhan air bersih masyarakat di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat bantuan melalui pengoperasian mobil Water Treatment milik Korps Brigade Mobil (Brimob).
Kapolsek Mentaya Hulu, Ipda Singgih, mengatakan keberadaan mobil pengolahan air tersebut sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan kebutuhan air bersih meningkat.
“Alhamdulillah dengan pengadaan dari Korbrimob, air bersih untuk Mentaya Hulu alhamdulillah dibantu ter-cover hampir semua desa, terutama di Desa Kuayan. Semua masyarakat bisa datang berbondong-bondong untuk mengambil air bersih,” ujar Singgih, Sabtu, 2 Oktober 2026.
Menurutnya, air yang dihasilkan tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, tetapi juga telah melalui proses pengolahan sehingga dapat dikonsumsi sebagai air minum.
“Air bersih bukan hanya untuk mandi, bahkan bisa untuk minum. Alhamdulillah mereka sudah berdatangan,” katanya.
Singgih menyebut, mobil Water Treatment tersebut untuk sementara ditempatkan di Mentaya Hulu selama musim kemarau. Selain membantu kebutuhan masyarakat, keberadaannya juga untuk mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Mentaya Hulu yang berlangsung hingga 7 Oktober 2026.
“Untuk sementara permintaan dari kami terkhusus musim kemarau karena memang sangat membutuhkan air bersih, terutama air yang siap minum. Kita sangat kekurangan sekali air minum di sini. Alhamdulillah dengan keberadaan dari Brimob ini bisa membantu masyarakat sekitar,” jelasnya.
Sementara itu, Dansat Batalion B Pelopor Brimob Kalteng melalui anggotanya Ipda Eddy menjelaskan mobil Water Treatment tersebut memiliki kemampuan mengolah air dari tiga sumber, yakni air laut, air payau, dan air permukaan menjadi air siap minum.
“Jadi kita bisa dari air laut, air payau, sama air permukaan. Kita proses jadi air minum, siap minum,” jelasnya.
Kapasitas produksi alat tersebut mencapai sekitar 2.600 liter per jam. Dalam dua hari pengoperasian di Mentaya Hulu, produksi air telah mencapai ribuan liter.
“Kemarin hampir 4.000 liter kita,” ungkapnya.
Untuk sementara, sumber air yang digunakan di Mentaya Hulu berasal dari PDAM. Air tersebut terlebih dahulu ditampung sebelum masuk ke mesin pengolahan Water Treatment.
Proses pengolahan air relatif cepat, dengan waktu maksimal sekitar 15 menit. Masyarakat yang membutuhkan air dapat membawa wadah sendiri seperti jeriken maupun galon.
Selain menyediakan air mineral, fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan pilihan air dingin dan air panas.
Petugas Brimob menambahkan, di wilayah Kalimantan Tengah saat ini terdapat tiga unit mobil Water Treatment, masing-masing berada di Yon B Sampit, Yon A Palangka Raya, dan Yon C Barito Timur.
Keberadaan fasilitas tersebut di Mentaya Hulu diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ. (DEVI/H)
Mobil Water Treatment Brimob Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Mentaya Hulu
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kenang Sejarah Pemekaran di Kotim, Renovasi Kantor Kecamatan Mentaya Hulu Diminta Pertahankan Bangunan Kayu
Karhutla Jadi Pembelajaran, Mentaya Hulu Siapkan Antisipasi Banjir Pascakemarau
Pelaksanaan MTQ ke -57 Kotim di Mentaya Hulu Dapat Bantuan dari PBS Rp200 Juta
MTQ ke-57 dan FSQ Kotim di Mentaya Hulu Diiringi Doa Agar Karhutla Mereda
Asap Selimuti Mentaya Hulu, Camat Sebut Diduga Berasal dari Kebakaran Lahan di Bukit Santuai
Bukan Sekadar Lomba, MTQ ke-57 Kotim Jadi Penggerak Ekonomi Mentaya Hulu
Komentar (0)
Memuat komentar…







